Pesisir Selatan.Editor — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan antara Wakil Kepala Kepolisian Resor Pesisir Selatan, Kompol Syafrizen, dengan sejumlah jurnalis di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026). Dalam dialog santai namun sarat makna itu, Kompol Syafrizen menyoroti tantangan besar yang tengah dihadapi bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi global.
Dengan gaya bicara tenang dan penuh refleksi, perwira menengah Polri tersebut menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang kini melaju pesat sebenarnya telah lama diprediksi. Menurutnya, sejak era Presiden Soeharto, bangsa Indonesia sudah diingatkan agar mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perubahan zaman dan kompetisi global.
“Perkembangan teknologi hari ini sangat luar biasa. Digitalisasi memberi banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan bagi kehidupan sosial masyarakat,” ujar Kompol Syafrizen di hadapan awak media.
Ia menilai, teknologi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi mampu membawa kemajuan besar, namun di sisi lain dapat menyeret manusia pada krisis moral apabila tidak dibarengi dengan pondasi keimanan dan ketakwaan yang kuat.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki nilai agama dan moral yang kokoh akan lebih siap menghadapi derasnya pengaruh negatif media digital, informasi tanpa batas, hingga perubahan pola interaksi sosial yang semakin kompleks.
“Beruntunglah orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Di era digitalisasi ini tantangannya sangat besar. Banyak hal yang bisa menjerumuskan seseorang ke jalan yang salah. Tetapi orang yang terus memperkuat imannya akan mampu memilih jalan yang benar,” ungkapnya.
Tak hanya membahas perkembangan teknologi, perbincangan tersebut juga menyentuh peran penting pers di tengah banjir informasi digital. Kompol Syafrizen menegaskan bahwa insan pers memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas informasi publik sekaligus membangun kesadaran masyarakat.
Ia mengingatkan agar jurnalis tetap menjunjung tinggi profesionalisme, kode etik jurnalistik, serta memedomani Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang mencerdaskan, menenangkan, dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Jadilah jurnalis yang beriman dan jujur dalam menjalankan profesi. Ketika wartawan memegang teguh kode etik dan aturan profesi, maka karya jurnalistik yang lahir akan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” pesannya.
Diskusi yang berlangsung santai dan diselingi tawa itu memperlihatkan hubungan kemitraan yang harmonis antara kepolisian dan insan pers. Tidak sekadar membahas tugas kelembagaan, pertemuan tersebut juga menjadi gambaran pentingnya membangun komunikasi humanis antara aparat penegak hukum dan media sebagai dua elemen penting dalam menjaga stabilitas sosial.
Bagi Kompol Syafrizen, keamanan bukan semata soal penegakan hukum, melainkan juga tentang membangun kesadaran moral, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menjaga ruang publik tetap sehat melalui informasi yang bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi yang bergerak cepat, pesan sederhana itu menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa sejatinya tetap bergantung pada kualitas karakter manusianya.
**Afridon


0 Komentar