![]() |
| Rajo Alam Darmen, Robii, Muktiar, Yudi Malai, dan Rajo Nan Bungsu Afridon tampak menikmati sarapan sambil bercengkerama santai ditemani kopi, teh susu, dan suasana pagi yang akrab |
Pesir Selatan.Editor- Suasana pagi di Warung Mak Cik, Jalan Pasar Kambang, Kampung Melayu, Kamis (21/5/2026), terasa hangat dan penuh keakraban. Sajian khas Minang berupa lontong gulai cubadak, gulai paku, serta lontong pical telur ayam menjadi menu favorit para pengunjung yang menikmati sarapan bersama.
Aroma santan dan rempah khas Minang langsung menggugah selera sejak dari dapur warung sederhana tersebut. Lontong yang lembut berpadu dengan gulai paku yang gurih serta gulai cubadak muda yang empuk menciptakan cita rasa tradisional yang sulit dilupakan. Tambahan bakwan, keripik lado, dan sambal pedas semakin melengkapi kenikmatan hidangan pagi itu.
Tidak hanya makanan, suasana kebersamaan juga menjadi warna tersendiri. Ketua Koordinator Rajo Alam Darmen bersama Robii, Muktiar, Yudi Malai, dan Rajo Nan Bungsu Afridon tampak menikmati sarapan sambil bercengkerama santai ditemani kopi, teh susu, dan suasana pagi yang akrab.
Kuliner tradisional Minang memang tidak pernah kehilangan penggemar. Dari kampung hingga kota, lontong gulai paku dan gulai cubadak tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memulai aktivitas pagi. Kuah gulai yang kental dengan racikan bumbu khas menghadirkan rasa nikmat yang melekat di lidah.
Warung Mak Cik menjadi salah satu tempat sederhana yang terus menjaga cita rasa kuliner tradisional Minangkabau. Bagi penikmat masakan kampung, sarapan di tempat ini bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga menikmati kekayaan budaya dan kebersamaan khas ranah Minang.
** Afridon


0 Komentar