Revitalisasi Rp1,8 Miliar, SMAN 3 Lengayang Tampil Lebih Kokoh

 

SMAN 3 Lengayang terus berbenah memperkuat kualitas pendidikan melalui program revitalisasi gedung sekolah yang bersumber dari APBN 2026. 

Pesisir Selatan Editor  — SMAN 3 Lengayang terus berbenah memperkuat kualitas pendidikan melalui program revitalisasi gedung sekolah yang bersumber dari APBN 2026. SMAN 3 Lengayang terus berbenah memperkuat kualitas pendidikan melalui program revitalisasi gedung sekolah yang bersumber dari APBN 2026. Pembangunan yang tengah berjalan itu menjadi langkah besar dalam menciptakan ruang belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi siswa di wilayah selatan Sumatera Barat.

Program revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi Gedung D sebanyak empat ruang kelas dengan pekerjaan menaikkan level lantai dan penguatan struktur bangunan. Selain itu, rehabilitasi juga dilakukan pada Gedung C sebanyak dua ruang serta Gedung E sebanyak dua ruang guna mengembalikan fungsi dan kelayakan fasilitas belajar mengajar.

Pekerjaan revitalisasi dilaksanakan selama 180 hari kalender sejak 8 April 2026 dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp1,8 miliar. Proyek itu diharapkan mampu menghadirkan wajah baru sekolah yang lebih modern dan siap menunjang peningkatan mutu pendidikan.

Kepala Sekolah SMAN 3 Lengayang, Drs. Masril, mengatakan rehabilitasi ruang kelas menjadi harapan besar seluruh warga sekolah demi terciptanya suasana belajar yang lebih baik.

Menurutnya, fasilitas pendidikan yang layak memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar siswa dan kenyamanan guru dalam menjalankan proses pendidikan setiap hari.

“Kami berharap pekerjaan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu sehingga pada tahun ajaran baru 2026-2027 nanti ruang kelas sudah dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa,” ujar Masril saat ditemui wartawan, Rabu (20/5/2026).

Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan yang terus mendorong pemerataan kualitas sarana pendidikan hingga ke daerah.

“Bantuan ini sangat berarti bagi sekolah kami. Dengan rehabilitasi ini, ruang belajar nantinya menjadi lebih layak, aman, dan representatif untuk mendukung PBM. Ini tentu menjadi motivasi baru bagi sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Dedi Efendi, memastikan seluruh material bangunan yang digunakan telah melalui pengawasan ketat dan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pengawas, terutama terkait mutu pekerjaan. Material yang didatangkan dipastikan sesuai dengan spesifikasi dan arahan pengawas,” jelas Dedi.

Menurutnya, kualitas pembangunan menjadi perhatian utama karena gedung tersebut akan digunakan dalam jangka panjang oleh ratusan siswa. Karena itu, pihak sekolah ingin memastikan hasil pekerjaan benar-benar kokoh dan memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan.

Di sisi lain, pengawas pekerjaan, Riski, mengungkapkan progres pembangunan saat ini menunjukkan perkembangan positif meski sempat mengalami keterlambatan pada awal pekerjaan.

“Progres pekerjaan saat ini sudah plus 32,14 persen. Minggu pertama memang sedikit terlambat, tetapi pada minggu kedua hingga minggu keempat progres berhasil melampaui target rencana kerja,” ungkapnya.

Ia menegaskan pengawasan mutu material dan kualitas struktur terus dilakukan agar bangunan yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan kelayakan sebagai fasilitas pendidikan.

Revitalisasi SMAN 3 Lengayang menjadi bukti nyata pembangunan pendidikan di daerah terus bergerak maju. Tidak sekadar membangun fisik gedung, proyek tersebut juga membawa harapan lahirnya lingkungan belajar yang lebih manusiawi, nyaman, dan mampu mencetak generasi muda unggul di masa depan.

Dengan rehabilitasi yang tengah berjalan, SMAN 3 Lengayang kini bersiap menyambut tahun ajaran baru dengan wajah baru yang lebih kokoh, aman, dan siap menjadi rumah belajar bagi para pelajar di pesisir selatan Sumatera Barat.


**Afridon



Posting Komentar

0 Komentar