![]() |
| Lokalisasi. Tenda Biri.Senin 13 April 2026 |
Bekasi Editor – Fenomena maraknya praktik prostitusi kembali mencuat di wilayah Bekasi. Sebanyak 16 titik lokalisasi baru dilaporkan beroperasi secara ilegal dan tersebar di sejumlah kecamatan, hanya dalam waktu beberapa bulan terakhir senin 13 April 2026 pukul 23.12 Wib
Data yang dihimpun menyebutkan, kemunculan lokalisasi ini terjadi pasca penutupan kawasan prostitusi terbesar, Malvinas, pada 2004. Alih-alih menekan praktik tersebut, penutupan justru memicu penyebaran aktivitas serupa ke berbagai titik baru.
Lokasi Sebaran Lokalisasi
ilegal ini terdeteksi berada di empat kecamatan utama, yaitu:
Cibitung
Cikarang Barat
Cikarang Utara
Cikarang Pusat
Adapun titik-titik yang disebut menjadi lokasi aktivitas di antaranya:
Eks Malvinas
Tanah Merah
Tegal Danas
Pasir Sedot
Pasir Kunci
Pasar Seng
Tenda Biru
Pulo Nyamuk
Kedaung
Lonjakan PSK Drastis
Program Manager Mitra Sehati Bekasi, Novan Andri, mengungkapkan lonjakan signifikan jumlah pekerja seks komersial (PSK).
“Dalam enam bulan terakhir meningkat drastis, dari sekitar 2.000 menjadi 4.000 orang,” ujarnya.
Peningkatan ini dinilai sejalan dengan cepatnya pertumbuhan titik lokalisasi baru yang muncul secara sporadis.
Modus Operasi Terselubung
Dari hasil pemantauan di lapangan, pola kemunculan lokalisasi ini cenderung seragam:
Awalnya membuka kafe minuman biasa
Berkembang menyediakan fasilitas karaoke
Bertransformasi menjadi kafe remang-remang
Menyediakan layanan prostitusi terselubung
Praktik ini membuat keberadaan lokalisasi sulit terdeteksi pada tahap awal.
Tantangan Penegakan Hukum
Munculnya belasan lokalisasi baru ini menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi dan aparat penegak hukum. Penyebaran yang tidak terpusat membuat pengawasan semakin sulit dibandingkan saat lokalisasi masih terkonsentrasi di satu kawasan.
Selain itu, fenomena ini juga menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat yang perlu segera ditangani secara komprehensif.
Alih-alih hilang, praktik prostitusi di Bekasi justru menyebar dan semakin terselubung. Tanpa penanganan serius dan terintegrasi, jumlah lokasi maupun pelaku diperkirakan akan terus meningkat
**Afridon


0 Komentar