Denpasar Masih Dihadapkan pada Maraknya Lokalisasi Prostitusi di Sejumlah Titik

 

Jalan Danau Tempe, Sanur: Lokasi Paling Dikenal 

Denpasar .Editor – Aktivitas prostitusi masih dengan mudah ditemukan di sejumlah titik di Kota Denpasar. Meski berbagai upaya penertiban telah dilakukan aparat, praktik tersebut terus berpindah dan beradaptasi, terutama di kawasan Sanur dan Denpasar Timur sekasa 14 April 2026 pukul 20.36 wib

1. Jalan Danau Tempe, Sanur: Lokasi Paling Dikenal

Jalan Danau Tempe di Sanur menjadi salah satu kawasan prostitusi yang paling dikenal di Denpasar. Para pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di sini mayoritas berasal dari Jawa Timur dan Jawa Barat.

Tarif yang dipatok mulai Rp150 ribu sekali kencan, sudah termasuk sewa kamar. Mereka beroperasi di bilik-bilik gelap, sebagian bahkan tanpa pintu dan hanya ditutup tirai.

2. Jalan Tambaksari: Kupu-Kupu Malam Berkeliaran

Tak jauh dari lokasi pertama, Jalan Tambaksari juga menjadi tempat mangkal PSK yang menawarkan kencan singkat kepada pria hidung belang. Tarif di kawasan ini mulai Rp130 ribu untuk sekali transaksi. Aktivitas berlangsung sejak petang hingga dini hari.

3. Jalan Gatot Subroto: Usia Dewasa, Tarif Lebih Rendah

Kawasan berikutnya berada di sekitar Jalan Gatot Subroto, terutama di perempatan Jalan Bung Tomo hingga Jalan Pidada dan Lumintang. PSK yang beroperasi di sini rata-rata berusia 35–50 tahun.

Tarif yang dipasang berkisar Rp100 ribu, menjadikan lokasi ini salah satu yang termurah di Denpasar.

4. Jalan Danau Poso: Beroperasi dari Bungalow hingga Rumah Penduduk

Di Jalan Danau Poso, praktik prostitusi berlangsung lebih tertutup. Para PSK beroperasi dari bungalow hingga rumah penduduk.

Tarif di kawasan ini lebih tinggi, yakni mulai Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung layanan dan lokasi.

5. Denpasar Timur: Titik Baru yang Semakin Ramai

Di Denpasar Timur, aktivitas prostitusi banyak ditemukan di sekitar Jembatan Kertalangu, Padang Galak, hingga Pasiran. Tarif yang dikenakan mulai Rp125 ribu sekali kencan.

Pemkot Didesak Bertindak

Hingga kini, aktivitas prostitusi di Denpasar masih sulit diberantas karena bersifat berpindah dan memanfaatkan celah pengawasan. Warga pun mendesak Pemerintah Kota Denpasar dan aparat terkait melakukan langkah tegas dan berkelanjutan, bukan sekadar operasi sesaat.


**


Posting Komentar

0 Komentar