![]() |
| Ustad Abdullah |
PARIAMAN. Editor-Suasana penuh kebersamaan terasa di Masjid Piaman, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (6/3/2026) sore. Menjelang waktu berbuka puasa pukul 18.36 WIB, jamaah mulai berkumpul menunggu azan Magrib dengan penuh khidmat.
![]() |
| Berbuka bersama Masjid Piaman |
Azan Magrib dikumandangkan oleh Buya Abdullah, seorang anak muda yang juga garin masjid. Suaranya menggema di dalam masjid, menandai waktu berbuka bagi para jamaah yang telah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.
![]() |
| Jamaah Berbuka Bersama |
Salah seorang yang ikut merasakan suasana tersebut adalah Afridon, jurnalis dari Beritaeditorial.com. Ia mengaku merasakan kehangatan tersendiri saat berbuka puasa bersama jamaah di masjid.
Berbuka dilakukan secara sederhana namun penuh rasa syukur. Jamaah menikmati teh hangat, air kelapa muda, semangka, sala bulat, kue soles, dan agua sebagai hidangan pembuka.
Setelah itu, jamaah langsung melaksanakan salat Magrib berjamaah di masjid.
Usai salat, kebersamaan berlanjut dengan menikmati hidangan utama berupa nasi bungkus dengan sambal ikan gulai, ditambah mi goreng yang menambah selera makan para jamaah.
Afridon mengatakan, berbuka puasa di masjid memberikan suasana yang berbeda dibandingkan berbuka di rumah.
“Rasanya sangat nikmat. Bukan hanya makanannya, tetapi kebersamaan dengan jamaah membuat hati terasa hangat. Kita berbaur apa adanya, saling berbagi dan memperkuat silaturahmi,” ujarnya.
Ia juga mengaku senang bisa berbuka bersama sahabatnya Abdullah dan salah seorang jamaah lainnya, Bapak Marwan, serta masyarakat yang hadir di masjid tersebut.
Menurutnya, tradisi berbuka puasa di masjid bukan hanya soal menikmati hidangan setelah berpuasa, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan ibadah di bulan suci Ramadan.
“Di masjid kita merasakan persaudaraan yang kuat. Semua duduk bersama tanpa memandang siapa kita. Inilah indahnya Ramadan,” tutup Afridon.
**




0 Komentar