![]() |
| Mantan Wali Kota Padang dua periode, . Fauzi Bahar (64 ) |
Padang, Editor– Mantan Wali Kota Padang dua periode, Prof Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si, menggelar buka puasa bersama di kediamannya di Jalan Gunung Panggilun, Kota Padang, Sumatera Barat. Acara ini dihadiri 52 peserta dari Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI), dipimpin Ketua Umum Andarizal, dan Ketua KJI Sumatera Barat, Fiter. Selasa 3 Maret 2026
Acara dibuka dengan ceramah motivasi dari Fauzi Bahar yang mengajak para jurnalis terus semangat dalam berkarya, sekaligus membagikan Kitab Al-Quran sebagai simbol kepedulian terhadap nilai agama dan budaya. Turut hadir jurnalis senior Darmen Rajo Alam dan Afridon dari Beritaeditorial.com, menambah kehangatan suasana dengan berbagi pengalaman jurnalistik.
Menu berbuka yang sederhana namun istimewa berupa nasi bungkus, aneka jus, kolak, dan minum agua, menambah nuansa kekeluargaan. Usai berbuka, seluruh peserta menunaikan Shalat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan diskusi hangat mengenai kondisi terkini Sumatera Barat.
Fauzi Bahar, yang kini menjabat Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat, menekankan pentingnya menjaga adat istiadat dan menolak pergaulan bebas, termasuk aktivitas LGBT. “Kita harus kawal dan jaga Sumatera Barat,” tegasnya.
Diskusi juga menyentuh isu lingkungan, khususnya aktivitas tambang emas PETi di Sawahlunto. Jurnalis Deni dari Media Laksus menyoroti beberapa oknum LSM yang mengaku adiak Fauzi Bahar, namun diskusi tetap berlangsung santai dengan canda dan keakraban.
Selain itu, Fauzi Bahar berbagi cerita masa lalunya, menampilkan foto-foto lama saat menjabat Wali Kota Padang, momen bersama tokoh nasional seperti Tommy Soeharto di dinding rumah prinadi , hingga dokumentasi keluarga yang menghadirkan nostalgia bagi para peserta.
Fauzi Bahar menempuh karier panjang, mulai dari perwira TNI AL berpangkat Letnan Kolonel, Wali Kota Padang dua periode, calon gubernur Sumatera Barat, hingga calon anggota DPR RI dari Partai NasDem. Kepemimpinannya di Padang dikenal berhasil membangun infrastruktur, menata kota, memulihkan pasca-gempa 2009, dan menguatkan nilai agama serta budaya.
Buka puasa ini tidak sekadar menjadi momen kebersamaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara tokoh politik, jurnalis, dan masyarakat, sekaligus ruang diskusi produktif untuk masa depan Sumatera Barat
**


0 Komentar