Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya Jelang HPN 2026

 

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Kemah Budaya pada 16–17 Januari di Desa Kanekes, Lebak, wilayah adat Baduy. Kegiatan bertema “Belajar Mencintai dari Baduy

Banten Editor— Menjelang perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Kemah Budaya pada 16–17 Januari di Desa Kanekes, Lebak, wilayah adat Baduy. Kegiatan bertema “Belajar Mencintai dari Baduy” ini diikuti 50 peserta dari berbagai provinsi, didominasi wartawati dan sastrawati.

Keberangkatan peserta dilepas Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Sekjen Zulmansyah Sekedang di Jakarta. Cak Munir berpesan agar peserta menghormati kearifan lokal Baduy dan melahirkan karya yang jujur serta berorientasi pelestarian budaya.

Sesampainya di Lebak, rombongan mendapat sambutan hangat pejabat Pemkab Lebak di Museum Multatuli. Peserta kemudian diajak berkeliling museum untuk mengenal sejarah Lebak dan pemikiran Multatuli yang menjadi bagian penting pergerakan antikolonial.

Perjalanan dilanjutkan menuju Baduy Luar. Para peserta disambut Jaro (kepala desa), menikmati kudapan lokal, serta berdialog tentang adat dan tradisi Baduy. Mereka juga menginap di rumah warga, merasakan langsung kehidupan sederhana masyarakat Baduy tanpa listrik dan dengan suasana perkampungan adat.

Keesokan harinya, peserta menjelajahi kampung dan menikmati kekayaan alam saat Baduy memasuki musim buah. Durian, manggis, rambutan, hingga petai memenuhi jalur hutan yang mereka lalui.

Hasil perjalanan ini akan dibukukan. Wartawan menulis feature, sementara sastrawan membuat esai, puisi, dan cerpen. Buku rencananya diluncurkan pada 8 Februari, bertepatan dengan rangkaian puncak HPN 2026 di Banten


**


Posting Komentar

0 Komentar