![]() |
| Program mudik gratis “Pulang Basamo” 2026 kembali digelar oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI |
JAKARTA.Editor – Program mudik gratis “Pulang Basamo” 2026 kembali digelar oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Tahun ini, sebanyak 250 unit bus disiapkan untuk mengangkut belasan ribu perantau asal Sumatera Barat dari Jakarta menuju kampung halaman menjelang Hari Raya.
Program yang telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya ini menjadi salah satu kegiatan mudik gratis terbesar yang digagas oleh tokoh politik untuk membantu masyarakat perantauan pulang kampung tanpa biaya.
“Pulang Basamo adalah bentuk kepedulian kepada perantau Minang agar bisa berkumpul dengan keluarga saat Lebaran tanpa terbebani ongkos perjalanan,” ujar Andre dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Antusiasme Tinggi, Tiket Ludes dalam Hitungan Menit
Minat masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Saat pendaftaran dibuka secara daring, tiket langsung habis dalam waktu kurang dari 30 menit. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan perantau terhadap program mudik gratis.
Selain transportasi gratis, peserta juga mendapatkan snack dan nasi selama perjalanan, sehingga pemudik dapat menempuh perjalanan jauh dengan lebih nyaman.
Rute Tujuan Padang dan Bukittinggi
Rombongan bus akan berangkat dari Jakarta menuju dua titik utama di Sumatera Barat, yaitu:
Depan Masjid Raya Sumatera Barat di Padang
Lapangan Kantin di Bukittinggi
Meski demikian, pemudik diberi fleksibilitas untuk turun di berbagai daerah yang dilalui bus, sehingga memudahkan mereka mencapai kampung halaman di kabupaten dan kota lain di Sumbar.
Perjalanan Dikawal Polisi
Untuk memastikan keamanan perjalanan, seluruh rombongan bus akan dikawal aparat Kepolisian Daerah Sumatera Barat mulai dari titik keberangkatan hingga tiba di tujuan.
Pengawalan ini dilakukan guna menjaga kelancaran perjalanan sekaligus memberikan rasa aman bagi para pemudik selama perjalanan lintas provinsi.
Program Sosial yang Dinanti Perantau
Sejak pertama digelar, program “Pulang Basamo” terus mengalami peningkatan kapasitas. Dari 75 bus pada awal pelaksanaan, kini berkembang menjadi 250 bus dengan jangkauan pemudik yang semakin luas.
Bagi banyak perantau Minang di Jakarta dan sekitarnya, program ini bukan sekadar perjalanan gratis, tetapi juga jalan pulang untuk merajut kembali kebersamaan keluarga di kampung halaman.
**Afridon


0 Komentar