![]() |
| Pembangunan Masjid Terapung Kota Pariaman kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang digadang-gadang sebagai ikon wisata religi sejak dicanangkan pada 2018 |
Pariaman Editor— Pembangunan Masjid Terapung Kota Pariaman kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang digadang-gadang sebagai ikon wisata religi sejak dicanangkan pada 2018 itu hingga kini belum juga menunjukkan progres signifikan, meski puluhan miliar rupiah sudah digelontorkan dari APBD.
Rp36 Miliar Sudah Keluar, Struktur Belum Berdiri
Berdasarkan data anggaran, proyek ini telah menyerap dana sekitar Rp36 miliar pada tahap awal:
Rp21 miliar (2018) – pondasi dan pemancangan awal
Rp15 miliar (2019) – lanjutan tiang pancang
Pada APBD 2023, pemerintah kembali menganggarkan Rp30 miliar untuk melanjutkan pembangunan struktur, dinding, dan atap. Namun hingga 2024–2025, progres proyek tetap jauh dari harapan.
Total kebutuhan diperkirakan lebih dari Rp100 miliar, bahkan beberapa analisis teknis menyebutkan potensi membengkak hingga Rp120–135 miliar untuk penyelesaian penuh.
Kondisi Fisik: Terhenti pada Pondasi
Pantauan terakhir di lapangan menunjukkan pekerjaan masih berada pada tahap pondasi dan pemancangan, dengan sejumlah titik sudah mulai mengalami kerusakan akibat cuaca dan minimnya aktivitas sejak beberapa bulan terakhir.
Aktivitas pekerja tidak setiap hari terlihat, memunculkan penilaian publik bahwa proyek ini “jalan di tempat”.
PPK dan Dinas PUPR Kota Pariaman Angkat Suara
Pejabat yang menangani proyek (PPK) menyebut keterlambatan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari suplai material hingga revisi teknis lapangan.
Sementara itu, pimpinan teknis di lingkungan Dinas PUPR Kota Pariaman berganti beberapa kali.
Catatan menunjukkan:
Nopriyadi Syukri, S.T.
menjabat Plt Kadis PUPR pada 2023
Dasmaniar, S.Sos., M.M. tercatat sebagai Plt Kepala Dinas PUPR & Pertanahan 2025
Keduanya berada dalam periode ketika proyek mengalami stagnasi.
Pihak Dinas PUPR menegaskan proyek ini tidak mangkrak, namun memang mengalami perlambatan akibat penyesuaian anggaran dan refocusing di beberapa tahun.
Masyarakat Mulai Gerah
Sejumlah warga mengaku khawatir proyek ini akan bernasib sama seperti proyek-proyek terbengkalai lainnya.
“Setiap tahun disebut lanjut, tapi bangunannya tidak tampak. Yang terlihat hanya tiang-tiang,” ujar salah seorang warga Pantai Cermin.
Meski begitu, sebagian masyarakat tetap berharap Masjid Terapung dapat selesai karena dinilai akan menjadi daya tarik wisata utama Pariaman.
Harapan Penyelesaian
jika alokasi anggaran kembali tersedia dan kontraktor menambah tenaga serta jam kerja, proyek ini masih mungkin dikejar penyelesaiannya sesuai rencana
**.


0 Komentar