![]() |
| Sekretaris Dinas Sosial Kota Padang, Budi Kurniawan, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, 22 Januari 2026, |
Padang, Editor —Sekretaris Dinas Sosial Kota Padang, Budi Kurniawan, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, 22 Januari 2026,Sekretaris Dinas Sosial Kota Padang, Budi Kurniawan, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, 22 Januari 2026, menegaskan perlunya pemahaman yang lebih kuat terkait indikator desil ekonomi sebagai dasar membaca kondisi kesejahteraan masyarakat.
“Mapping kesejahteraan tidak bisa lagi memakai cara lama. Desil ekonomi memberi gambaran jelas siapa yang paling membutuhkan intervensi,” ujarnya tegas.
Menurut Budi, desil 1 hingga 6 menggambarkan rentang kondisi ekonomi yang masih jauh dari ideal dan menjadi fokus utama pemerintah dalam penanganan kemiskinan.
Desil 1: Jurang Terbawah Ekonomi
Kelompok ini merupakan 10 persen penduduk termiskin. Pendapatan sangat rendah, sering kali tidak cukup untuk makan layak. Mereka hidup dalam tekanan yang ekstrem dan sangat bergantung pada bantuan sosial.
Desil 2: Masih Bergulat dengan Kemiskinan
Meski sedikit lebih baik dari desil 1, keluarga di kelompok ini masih berjuang keras memenuhi kebutuhan dasar dan rentan terpukul oleh kenaikan harga bahan pokok.
Desil 3: Mampu Bertahan, tapi Rentan Jatuh
Sebagian kebutuhan dasar mulai terpenuhi, namun stabilitas belum ada. Sakit, kehilangan pekerjaan, atau bencana kecil dapat langsung menjatuhkan mereka kembali ke bawah garis kemiskinan.
Desil 4: Hampir Miskin, Ekonomi Masih Lemah
Kelompok ini berada tepat di atas garis kemiskinan. Kondisi membaik, tetapi ketahanan ekonomi masih rapuh. Mereka disebut sebagai kelompok hampir miskin.
Desil 5: Menengah Bawah Mulai Stabil
Kebutuhan dasar terpenuhi, bahkan beberapa kebutuhan tambahan sudah bisa dicapai. Namun kemampuan menabung masih minim dan risiko ekonomi tetap mengancam.
Desil 6: Gerbang Menuju Kelas Menengah
Desil 6 mulai mendekati struktur ekonomi kelas menengah. Pendapatan stabil dan pengeluaran lebih terencana, meski tingkat keamanan ekonomi belum sepenuhnya kuat.
Budi menekankan bahwa memahami desil bukan sekadar angka, tetapi peta nyata kondisi sosial warga kota.
“Dengan data desil, kita bisa menentukan siapa yang harus diprioritaskan. Ini soal keadilan,” katanya
**


0 Komentar