Isra’ Mi’raj: Ketaatan Jadi Jalan Selamat, Tegas Khatib Masjid Raya

 

Dalam khutbah Jumat di Masjid Raya Provinsi Sumatera Barat

Padang, Editor — Dalam khutbah Jumat diMasjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat. khatib menyampaikan pesan tegas agar umat tidak terlena oleh pujian, jabatan, dan gemerlap dunia, sebab Allah melihat ketulusan ibadah, terutama shalat yang menjadi penopang hidup seorang Muslim.Jumat (23/1/2026) 

“Hai manusia, janganlah kalian terlena dengan pujian dan jabatan. Semua itu sementara. Hidupkanlah shalat hanya karena Allah, bukan karena ingin dilihat manusia,” ujar khatib dalam seruannya yang disimak ribuan jamaah.

Malaikat Membelah Dada Rasulullah: Awal Perjalanan Agung

Khatib juga mengingatkan kembali salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni proses pembersihan dada Rasulullah SAW oleh malaikat sebelum melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj.

“Peristiwa itu menggambarkan bahwa kemurnian hati adalah syarat untuk menerima amanah besar dari Allah,” ucapnya.

Isra’ Mi’raj: Dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa

Dalam khutbahnya, khatib menjelaskan kembali rangkaian Isra’ Mi’raj, perjalanan agung Nabi Muhammad SAW:

Isra’: perjalanan malam dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjid Al-Aqsa di Palestina.

Mi’raj: naik ke langit hingga sidratul muntaha untuk menerima perintah langsung dari Allah berupa shalat lima waktu.

“Perjalanan ini bukan sekadar mukjizat, tapi pelajaran hidup bahwa ketaatan adalah jalan lurus yang menyelamatkan manusia.”

Hidup yang Taat kepada Allah

Menutup khutbahnya, khatib kembali menegaskan bahwa jalan hidup muslim harus bersandar pada ketaatan, bukan pada pencarian pujian atau pengakuan manusia.

“Saudara-saudara, taatlah kepada Allah dalam setiap langkah. Jangan biarkan diri hanyut oleh godaan dunia, karena semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya,” pungkas khatib.


** Afridon

Posting Komentar

0 Komentar