LUBUKSIKAPING. Editor – Antrean panjang Solar subsidi yang selama ini dikeluhkan masyarakat Pasaman akhirnya lenyap. Perubahan drastis itu terlihat jelas saat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta meninjau SPBU Sawah Panjang, Lubuk Sikaping, Minggu (18/1/2026).
Temuan di lapangan mengejutkan sekaligus melegakan. SPBU yang sebelumnya dipenuhi kendaraan kini tampak lengang, lancar, dan tanpa antrean.
“Ini bukti nyata. Setelah razia tambang emas ilegal dilakukan, antrean Solar langsung hilang. Artinya selama ini Solar subsidi banyak dipakai pihak yang tidak berhak, yaitu penambang ilegal,” tegas Andre.
Didampingi Kadis ESDM Sumbar Helmi Heriyanto, Andre menyebut kondisi ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat dan keganjilan kuota Solar yang terus habis meski sudah ditambah.
Razia PETI Terbukti Efektif
Dalam sepekan terakhir, Polda Sumbar melakukan operasi besar-besaran terhadap aktivitas PETI di sejumlah titik Pasaman. Dampaknya langsung terasa: distribusi BBM subsidi kembali normal.
Kapolda Sumbar memastikan operasi akan berlanjut.
“BBM bersubsidi harus sampai ke rakyat yang berhak. Pengawasan tidak akan kita longgarkan. Ini juga untuk memulihkan lingkungan yang rusak akibat tambang ilegal,” ujar Irjen Gatot.
Sopir dan Warga Senang
Sejumlah sopir yang ditemui Andre dan Kapolda mengaku sudah seminggu terakhir bisa mengisi Solar tanpa antre berjam-jam.
“Dulu bisa antre sampai tiga jam, sekarang langsung isi. Lega kali kami,” ungkap seorang sopir truk.
Produktivitas Masyarakat Kembali Normal
Kadis ESDM Sumbar Helmi Heriyanto menegaskan bahwa hilangnya antrean membuktikan ada masalah serius yang kini mulai teratasi.
“Kita berharap kondisi ini bertahan. Solar kini lancar, masyarakat tidak terbebani lagi,” katanya.
Dengan normalnya pasokan Solar, sektor transportasi dan pertanian Pasaman diperkirakan kembali bergerak tanpa hambatan
**


0 Komentar