![]() |
| Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/TIB, Kolonel Kav Taufiq bersama Jurnalis Beritaeditorial.com Afridon Senin 21 September 2026 |
PADANG.Editor — Persiapan pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) di Kota Padang terus bergerak. Lahan bekas pabrik Sumatek Subur di Jalan Raya Padang–Indarung mulai dibersihkan untuk mendukung rencana pembangunan markas baru tersebut.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/TIB, Kolonel Kav Taufiq, mengatakan proses pengalihan aset lahan melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih berjalan.
Hal itu disampaikannya saat berbincang dengan wartawan di kantor Kapendam XX/TIB, Senin (21/9/2026).
“Proses pengalihan aset di Kemenkeu sudah berjalan,” ujar Taufiq.
Lahan yang dipersiapkan memiliki luas sekitar 12,5 hektare. Pembangunan Makodam direncanakan dilakukan secara bertahap.
Dalam target awal, Kodam berharap sekitar 45 persen bangunan yang direncanakan sudah dapat berdiri dalam waktu satu tahun ke depan.
“Harapan kita seperti itu, syukur-syukur selesainya bisa lebih dari itu,” katanya.
Pembangunan markas baru tersebut disiapkan untuk menunjang kebutuhan organisasi dan aktivitas TNI AD di wilayah Sumatera Barat. Dengan fasilitas yang lebih memadai, pelaksanaan tugas prajurit diharapkan dapat berjalan semakin optimal.
Usia Penerimaan TNI AD Bertambah
Dalam kesempatan yang sama, Kapendam XX/TIB menyampaikan informasi terkait perubahan batas usia calon prajurit Tamtama dan Bintara TNI AD tahun 2026.
Batas usia yang sebelumnya maksimal 24 tahun disebut bertambah menjadi 26 tahun.
Perubahan tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda yang ingin mengikuti seleksi dan mengabdikan diri melalui TNI AD.
“Berarti peluang anak kita untuk masuk TNI semakin terbuka lebar, yang penting kesehatannya baik serta persyaratan lengkap,” jelas Taufiq.
Ia mengingatkan calon peserta agar mempersiapkan diri sejak dini, terutama menjaga kesehatan dan memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Asrama Prajurit Mulai Ditata
Selain pembangunan Makodam, penataan fasilitas hunian prajurit juga menjadi perhatian Kodam XX/TIB.
Pendataan terhadap asrama TNI AD di wilayah Kodam XX/TIB telah dilakukan. Sosialisasi kepada personel juga terus dilakukan terkait fungsi asrama sebagai fasilitas tempat tinggal bagi prajurit aktif.
Menurut Taufiq, penataan terhadap hunian yang masih ditempati personel yang telah pensiun dilakukan dengan pendekatan persuasif.
“Karena asrama diperuntukkan bagi prajurit aktif, sehingga yang telah pensiun menyerahkannya dengan persuasif. Hal ini sudah kita sosialisasikan kepada seluruh personel TNI AD di lingkungan Kodam XX/TIB,
mudah-mudahan nanti berjalan lancar,” ujarnya.
Penataan tersebut diharapkan membuat pemanfaatan asrama lebih tertib sekaligus memberikan ruang hunian bagi personel aktif yang membutuhkan.
Dengan persiapan pembangunan Makodam di lahan 12,5 hektare, penambahan peluang penerimaan prajurit, serta penataan asrama, Kodam XX/TIB mulai membenahi sejumlah fasilitas pendukung organisasi.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya generasi muda, informasi penerimaan TNI AD menjadi peluang untuk mempersiapkan diri sejak dini dengan memperhatikan kesehatan, kemampuan fisik, serta kelengkapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
** Afridon


0 Komentar