Dari Sopir Angkot hingga Bangun Bisnis Properti Ratusan Miliar, Deki Eldidora Kembangkan Menara Village

 

Deki kini berhasil mengembangkan bisnis properti melalui PT Menara Village dan PT Lembur Persada.

PADANG.Editor  — Kesuksesan Deki Eldidora (42) di dunia properti tidak lahir secara instan. Berawal dari perjuangan merantau hingga pernah menjadi sopir angkot di Jakarta, Deki kini berhasil mengembangkan bisnis properti melalui PT Menara Village dan PT Lembur Persada.

Pengusaha asal Padang Pariaman ini membangun usahanya dengan prinsip bergerak cepat, teliti, jujur dan profesional. Dalam enam tahun terakhir, bisnis yang dipimpinnya berkembang dengan sejumlah proyek perumahan dan ruko di lokasi strategis Kota Padang.

Perjalanan Deki di dunia properti tidak terlepas dari pengaruh keluarga. Ayah dan tantenya lebih dulu menekuni bisnis developer di Padang Pariaman dan Kota Padang.

Karier profesionalnya dimulai ketika dipercaya menjadi Direktur PT Ventura, anak perusahaan PT Semen Padang. Saat itu, lebih dari 20 unit rumah mewah yang dikerjakan perusahaan tersebut berhasil terjual.

Pengalaman itu menjadi modal penting bagi Deki untuk membangun perusahaan sendiri hingga akhirnya mendirikan PT Menara Village dan PT Lembur Persada.

Ekspansi Proyek Properti

Sejumlah proyek telah dikembangkan perusahaan tersebut, di antaranya Cluster Belanti di belakang Transmart Kota Padang. Sebanyak 24 unit rumah mewah di kawasan itu telah dibangun dan seluruhnya terjual pada 2025.

Selain itu, terdapat 15 unit ruko di Jalan Utama Mato Aia, jalur nasional Padang–Painan, dengan harga berkisar Rp750 juta hingga Rp1,5 miliar per unit.

Proyek lainnya berada di kawasan Ulak Karang dengan harga hunian sekitar Rp450 juta hingga Rp1,2 miliar per unit. Sementara ruko di Jalan Teduh Steba ditawarkan pada kisaran Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar per unit.

Pada 2026, PT Menara Village juga mengembangkan proyek di kawasan Banda Buek. Sebanyak 77 unit rumah dibangun di atas lahan sekitar 11.000 meter persegi, dengan konsep hunian berkualitas yang menyasar masyarakat dengan kemampuan beli beragam.

Dimas (38), tenaga lapangan perusahaan, mengatakan respons pasar terhadap proyek Banda Buek cukup positif.

“Pembangunan rumah mewah di Banda Buek saat ini sudah terjual lebih dari 24 unit dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp900 juta per unit. Beberapa unit sudah masuk tahap penyelesaian,” ujar Dimas saat ditemui di lokasi proyek.

Konsumen Puas

Kualitas bangunan dan lokasi menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli hunian yang dikembangkan perusahaan tersebut.

Eko (45), salah seorang pembeli rumah di Cluster Belanti, mengaku puas dengan rumah yang dibelinya sekitar dua tahun lalu dengan nilai Rp1,2 miliar.

“Saya tertarik membeli rumah cluster PT Menara Village yang dipimpin Bapak Deki Eldidora dua tahun lalu. Alhamdulillah, kualitas bangunannya sangat baik,” kata Eko.

Hal serupa disampaikan Egi (43), karyawan bank di Sumatera Barat. Menurutnya, lokasi Cluster Belanti menjadi salah satu alasan dirinya membeli rumah tersebut.

“Lokasinya sangat strategis di tengah kota dan dekat dengan jalan utama Khatib Sulaiman. Saya beruntung bisa mendapatkan satu unit dari total 24 unit yang semuanya sudah habis terjual,” ujarnya.


Deki mengatakan pengembangan bisnis properti dilakukan karena melihat kebutuhan hunian di Sumatera Barat masih terbuka luas.

Menurut perhitungannya, kebutuhan rumah baru di Sumatera Barat mencapai lebih dari 3.000 unit setiap tahun.

“Kehadiran PT Menara Village adalah untuk ikut serta menyediakan rumah komersil dan rumah mewah yang berkualitas,” ujar Deki.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah dan masyarakat terus diberikan sehingga pengembangan proyek perumahan dapat berjalan lancar.

Pernah Jadi Sopir Angkot di Jakarta

Di balik perkembangan bisnisnya saat ini, Deki menyimpan perjalanan panjang. Ketika merantau sekaligus menempuh pendidikan di Jakarta, ia mengaku menjalani berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup.Salah satunya menjadi sopir angkot


“Di Jakarta kita wajib kerja keras dan tidak mudah menyerah. Apapun pekerjaan saya lakoni, bahkan saya sempat menjadi sopir angkot di Jakarta,” kenang Deki.

Dalam perjuangan tersebut, sang istri turut memberikan dukungan. Setelah melalui berbagai pengalaman di perantauan, Deki kemudian pulang kampung dan mulai membangun bisnis secara mandiri.

“Bersama istri saya, kami saling mendukung hingga akhirnya pulang kampung dan keberanian itu membuahkan hasil saat membangun PT Menara Village dan PT Lembur Persada,” lanjutnya.

Pencapaian Deki juga mendapat apresiasi dari pemerhati hukum dan perumahan nasional, Ardi Rusyda, S.H. Ia menilai perjalanan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda yang tengah membangun karier dan usaha.

Bagi Deki, perjalanan belum berhenti. Ia berpesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

“Untuk anak-anak muda, pesan saya teruslah berkarya dan berprestasi di manapun kalian berada,” pungkasnya. 


** Idul Fitri


Posting Komentar

0 Komentar