Bendung Beringin-Lubuk Hantu Direhab Rp7,87 Miliar

 

Pemerintah Kota Padang terus memperkuat infrastruktur pengairan di sejumlah kawasan yang terdampak bencana

PADANG .Editor — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat infrastruktur pengairan di sejumlah kawasan yang terdampak bencana. Salah satunya melalui Rehabilitasi Bendung Paket 3 di kawasan Beringin-Lubuk Hantu, Kecamatan Lubuk Kilangan.

Pekerjaan tersebut bernilai kontrak Rp7.869.701.488, bersumber dari APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan menggunakan kontrak Nomor 35/KONT-SDA/TKD-DAU/PUPR/2026 dengan masa pelaksanaan 132 hari kalender.

Proyek ini menjadi bagian dari penanganan infrastruktur sumber daya air yang memiliki fungsi penting bagi pengaturan aliran dan pelayanan irigasi masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, sebelumnya menjelaskan bahwa penanganan kawasan Lubuk Hantu dilakukan berdasarkan analisis teknis terhadap kerusakan infrastruktur pengairan akibat bencana.

Satu bendung baru di kawasan tersebut ditargetkan dapat memberikan pelayanan kepada tiga daerah irigasi, yakni D.I. Lubuk Hantu, D.I. Baringin dan D.I. Kandang Jawi.

Bagian dari Penguatan Infrastruktur Kota

Rehabilitasi infrastruktur pengairan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir.

Pembangunan infrastruktur, pemulihan kawasan terdampak bencana serta peningkatan kualitas pelayanan masyarakat menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.

Dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya, Fadly Amran menegaskan arah pembangunan Padang menuju kota pintar dan kota sehat. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bagian dari program unggulan pemerintah daerah, termasuk melalui program Padang Rancak.

Program tersebut antara lain diarahkan pada penguatan infrastruktur, betonisasi jalan, pembangunan drainase hingga revitalisasi kawasan terdampak banjir.

Perhatian terhadap kualitas pekerjaan fisik juga ditegaskan Fadly dalam rapat bersama sejumlah OPD pada 1 September 2026.

“Menuju kota metropolitan, kita harus memastikan pembangunan menggunakan bahan kelas satu dan dikerjakan dengan rapi,” ujar Fadly Amran.

Mutu dan Ketepatan Waktu Jadi Sorotan

Dengan nilai proyek hampir Rp7,87 miliar, pelaksanaan rehabilitasi Bendung Beringin-Lubuk Hantu tidak hanya dituntut selesai tepat waktu, tetapi juga harus memenuhi spesifikasi teknis dan standar mutu sebagaimana tercantum dalam kontrak.

Pengawasan menjadi penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. Termasuk penggunaan material, kualitas konstruksi, volume pekerjaan dan keberfungsian bendung setelah proyek selesai.

Apalagi, infrastruktur pengairan memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan kawasan yang bergantung pada ketersediaan serta pengaturan air.


Pemko Padang sebelumnya menyebut terdapat 16 titik daerah irigasi yang menjadi fokus pemulihan permanen akibat dampak bencana. Kawasan Beringin-Lubuk Hantu termasuk di dalamnya.

Pemko juga mengalokasikan sekitar Rp226 miliar untuk pemulihan sejumlah infrastruktur, termasuk jalan, drainase dan irigasi.

Di tengah ancaman bencana hidrometeorologi dan perubahan kondisi cuaca, keberadaan infrastruktur pengairan yang kuat menjadi semakin penting.

Karena itu, rehabilitasi Bendung Beringin-Lubuk Hantu diharapkan tidak berhenti pada selesainya pekerjaan konstruksi. Infrastruktur tersebut harus benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan anggaran yang bersumber dari APBD, transparansi dan pengawasan publik juga menjadi bagian penting. Papan informasi proyek di lokasi menjadi salah satu bentuk keterbukaan mengenai pekerjaan yang tengah dilaksanakan.

Masyarakat memiliki kepentingan untuk memastikan proyek senilai hampir Rp7,87 miliar tersebut dikerjakan sesuai kontrak, tepat mutu, tepat waktu dan memberikan manfaat nyata.

Sebab, pembangunan infrastruktur publik bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik. Lebih jauh, pembangunan harus mampu memperkuat ketahanan kawasan, menjaga pengairan dan mendukung aktivitas masyarakat.


**Afridon.

Posting Komentar

0 Komentar