![]() |
PADANG .Editor — Wajah kawasan Jalan Klenteng, Kota Tua Padang, perlahan mulai berubah. Aktivitas masyarakat dan pelaku usaha tetap berlangsung di tengah pengerjaan proyek rehabilitasi jalan yang diarahkan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertata, nyaman dan memiliki nilai estetika.
Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksanakan Rehabilitasi Jalan Paket 4. Pekerjaan ini menjadi bagian dari pembenahan infrastruktur kota sekaligus mendukung semangat Program Unggulan (Progul) Padang Rancak yang digagas Wali Kota Padang Fadly Amran.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan menggunakan nomor kontrak 009/KONT-PJ/APBD/DPUPR/2026, dengan SPK tertanggal 14 Juli 2026. Nilai kontrak mencapai Rp3.642.850.438,11, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender.
Pekerjaan dilaksanakan PT Polada Mutiara Aceh, sementara konsultan supervisi adalah PT Vitech Pratama Konsultan.
Rehabilitasi tidak hanya menyasar badan jalan. Pekerjaan meliputi pembongkaran dan galian aspal, pengerasan menggunakan beton mutu K-250, pemasangan batu andesit, pembangunan saluran atau gorong-gorong, penataan trotoar, pemasangan lampu taman serta elemen taman.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa proyek Jalan Klenteng diarahkan sebagai penataan kawasan secara menyeluruh. Jalan tidak hanya diperbaiki untuk kendaraan, tetapi juga ditata agar lebih nyaman bagi pejalan kaki dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Kota Tua.
Sempat Tertunda Sekitar Satu Bulan
Direktur PT Polada Mutiara Aceh, Ari Muzaki, mengatakan pekerjaan sempat mengalami penundaan sekitar satu bulan karena adanya rangkaian kegiatan Pemerintah Kota Padang dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Padang.
“Pekerjaan sempat tertunda satu bulan. Ada serangkaian kegiatan yang diadakan Pemerintah Kota Padang dalam rangka memeriahkan HUT Kota Padang,” ujar Ari.
Menurutnya, setelah rangkaian kegiatan selesai, pihak pelaksana kembali memacu pekerjaan dengan tetap memperhatikan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
“Setelah rangkaian kegiatan selesai, kami memacu kegiatan di lapangan dengan membangun koordinasi yang baik dengan masyarakat, perkumpulan masyarakat, RT-RW, lurah, camat, Kapolsek dan Polresta,” katanya.
Koordinasi tersebut dinilai penting karena pekerjaan berada di kawasan perkotaan dengan aktivitas masyarakat dan arus kendaraan yang cukup tinggi.
Pelaksana juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Padang untuk mengatur lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
“Dalam proses pekerjaan di lapangan kami juga berkoordinasi dengan Dishub Kota Padang mengatur lalu lintas selama proses pengerjaan,” jelas Ari.
Diawasi Berbagai Unsur
Ari menyebut pekerjaan tersebut mendapatkan pengawasan dari sejumlah unsur terkait.
“Pekerjaan juga diawasi tim teknis dari PU, konsultan pengawas, Kejaksaan, Inspektorat, dan kami sebagai pelaksana lebih berhati-hati dalam bekerja,” ungkapnya.
Pengawasan tersebut diharapkan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak dan standar yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, koordinasi dengan masyarakat dan aparat kewilayahan dilakukan untuk menjaga pekerjaan tetap berjalan sekaligus meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga.
Warga Berharap Kualitas Diutamakan
Penataan Jalan Klenteng mendapat respons positif dari warga dan pelaku usaha di sekitar kawasan.
Warga berharap rehabilitasi tidak berhenti pada perubahan tampilan, tetapi benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, nyaman dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Kalau jalannya bagus dan trotoarnya tertata, tentu kami sebagai warga senang. Selain lebih nyaman, kawasan ini juga akan terlihat lebih rapi,” ujar Jufri.
Budi menilai penggunaan batu andesit dan penataan pedestrian dapat memberikan wajah baru bagi kawasan Kota Tua Padang.
“Yang kami harapkan pekerjaan ini cepat selesai dan hasilnya bagus. Kalau sudah selesai, kawasan ini tentu akan lebih nyaman dan menarik,” katanya.
Sementara itu, Fery, salah seorang pelaku usaha
Sebab, wajah baru Kota Padang bukan semata-mata diukur dari bagusnya jalan. Lebih jauh, pembangunan harus mampu menciptakan ruang kota yang nyaman, aman, menarik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan penataan yang baik, Jalan Klenteng diharapkan bukan hanya menjadi jalan yang lebih bagus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan Kota Tua Padang sebagai ruang sejarah, sosial dan ekonomi masyarakat.
** Afridon


0 Komentar