![]() |
| Proyek pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai di Jalan Muhammad Hatta, Kecamatan Pauh, Kota Padang, |
PADANG.Editor — Proyek pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai di Jalan Muhammad Hatta, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mendapat perhatian tokoh masyarakat. Pasalnya, proyek Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tersebut memiliki nilai kontrak mencapai Rp4.577.252.338.
Tokoh masyarakat Kecamatan Pauh dan Lubuk Kilangan, Alfi Beben meminta pelaksanaan proyek tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi benar-benar mengutamakan mutu serta ketepatan waktu.
![]() |
| Mutu harus menjadi yang utama dan pekerjaan harus selesai tepat waktu |
Menurut Beben, drainase memiliki fungsi vital bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar aliran air ketika hujan deras. Karena itu, kualitas konstruksi harus menjadi perhatian utama agar bangunan mampu bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Mutu harus menjadi yang utama dan pekerjaan harus selesai tepat waktu. Pembangunan ini dilihat langsung oleh masyarakat dan diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan banjir,” ujar Alfi Beben yang akrab disapa beben.
Beben menegaskan, pekerjaan harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume, mutu material, serta ketentuan kontrak. Pengawasan di lapangan juga dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sebagaimana mestinya.
Ia berharap proyek bernilai miliaran rupiah tersebut benar-benar menghasilkan drainase yang berfungsi optimal, bukan sekadar selesai secara fisik.
“Yang kita harapkan bukan hanya bangunannya selesai, tetapi kualitasnya terjamin dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai drainase baru dibangun, tetapi persoalan genangan dan banjir masih terjadi,” tegasnya.
Proyek 90 Hari
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut tercantum dalam kontrak Nomor 68/Kont-SDA/TKD-DAU/PUPR/2026, dengan tanggal kontrak 27 Juli 2026 dan masa pelaksanaan 90 hari kalender.
Pelaksana pekerjaan tercantum CV Levia Cipta Konstruksi, sementara konsultan pengawas adalah CV Duta Graha Consultant.
Lokasi proyek berada di Jalan M. Hatta, salah satu akses menuju kawasan Kampus Universitas Andalas (Unand). Kondisi tersebut membuat kualitas pekerjaan sekaligus keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian penting selama proyek berlangsung.
Masyarakat pun diharapkan turut mengawasi pelaksanaan pekerjaan, terutama terkait mutu material, ketepatan volume, spesifikasi teknis, progres pekerjaan dan keselamatan kerja.
Hingga berita ini diturunkan, progres fisik dan hasil pengawasan teknis proyek belum diperoleh secara rinci. Konfirmasi kepada pihak Dinas PUPR, pelaksana dan konsultan pengawas diperlukan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai kontrak.
Publik berharap anggaran Rp4,57 miliar tersebut benar-benar menghasilkan infrastruktur drainase yang berkualitas, berfungsi maksimal, aman, dan memiliki umur layanan panjang.
**Afridon



0 Komentar