Dari Balik Lapas, Lahir Produk Bernilai Ekonomi

 

terus mendorong warga binaan memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal setelah bebas menjalani masa pidana.

PARIAMAN.Editor  — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pariaman terus mendorong warga binaan memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal setelah bebas menjalani masa pidana.

Beragam kerajinan hasil karya warga binaan kini tidak hanya menjadi bagian dari program pembinaan, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat dengan harga terjangkau.

Kepala Lapas Kelas IIB Pariaman, Boy Irfan Arslan, mengatakan produk tersebut dipamerkan dan dijual melalui ruko yang berada di depan Lapas Pariaman.

“Setelah diproduksi, kita jual ke masyarakat. Kebetulan di depan Lapas ada ruko yang bisa untuk memamerkan itu,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).

Produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari sepatu, gantungan kunci, lampion hingga miniatur kapal layar.

Untuk sepatu, misalnya, warga dapat membelinya dengan harga sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per pasang. Sementara miniatur kapal layar dipasarkan mulai Rp100 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung ukuran.

Bahan baku pembuatan sepatu didatangkan dari Sumatera Utara. Selanjutnya, proses produksi dilakukan langsung oleh warga binaan yang telah memiliki keterampilan.

Menariknya, sistem pembinaan juga dilakukan secara berjenjang. Warga binaan yang sudah mahir membuat kerajinan ikut mengajarkan keterampilannya kepada warga binaan lainnya.

Menurut Boy, langkah tersebut penting agar pembinaan di dalam Lapas tidak berhenti sebagai kegiatan semata. Warga binaan diharapkan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Di sini ada napi yang sudah pintar, dia mengajarkan kepada temannya,” katanya.

Lapas Pariaman kini juga berupaya memperluas pemasaran agar produk hasil karya warga binaan semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diharapkan mampu mengubah keterampilan menjadi modal hidup bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa hukuman.

Sebelumnya, sebanyak 382 warga binaan Lapas Kelas IIB Pariaman mendapatkan remisi dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Salah seorang di antaranya memperoleh remisi khusus hingga langsung bebas.

Selain keterampilan, warga binaan juga mengikuti berbagai program pembinaan, antara lain

keagamaan, kemandirian, ketahanan pangan dan Pramuka.

Dengan demikian, pembinaan di Lapas Pariaman tidak sekadar menjalani masa pidana, tetapi diarahkan untuk menyiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan kemandirian.


** Afridon 

Posting Komentar

0 Komentar