![]() |
| Kepala SMPN 39 Padang, Mardial Yusri, S.Pd |
Padang Editor – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 39 Padang resmi berjalan. Proyek senilai lebih dari Rp861 juta yang bersumber dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 itu kini memasuki tahap pelaksanaan dengan pengawasan ketat agar hasil pekerjaan benar-benar berkualitas dan sesuai standar pemerintah.
Revitalisasi tersebut berdampak pada sembilan ruang kelas. Meski demikian, pihak sekolah memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung tanpa mengurangi hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan.
Kepala SMPN 39 Padang, Mardial Yusri, S.Pd., mengatakan sekolah telah berkoordinasi dengan SD Negeri 29 Padang sebagai alternatif lokasi pembelajaran sementara. Namun, keputusan pelaksanaannya tetap akan dibahas bersama dewan guru agar seluruh aspek akademik dan teknis dipertimbangkan secara matang.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala SDN 29 Padang dan mendapat dukungan. Namun, keputusan pelaksanaan tetap melalui rapat dewan guru agar proses belajar mengajar tetap berjalan efektif selama revitalisasi berlangsung," ujar Mardial kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Selain memanfaatkan ruang belajar di SDN 29 Padang setelah jam sekolah berakhir, SMPN 39 Padang juga menyiapkan skema pembelajaran bergiliran dengan mengoptimalkan ruang kelas yang tidak terdampak proyek, serta pembelajaran daring apabila diperlukan.
Menurut Mardial, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen sekolah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal hingga proyek selesai.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa kualitas pembangunan menjadi prioritas utama. Menurutnya, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya diukur dari ketepatan waktu penyelesaian, tetapi juga dari mutu konstruksi yang harus memenuhi seluruh spesifikasi teknis sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Karena itu, Mardial meminta konsultan pengawas bekerja profesional, independen, dan maksimal dalam mengawal setiap tahapan pekerjaan.
"Pengawasan harus dilakukan secara ketat. Konsultan pengawas wajib memastikan seluruh pekerjaan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, serta juklak dan juknis dari Kemendikdasmen. Jangan sampai ada pekerjaan yang keluar dari standar, karena bangunan ini akan digunakan anak-anak dalam jangka panjang," tegasnya.
Ia menambahkan, proyek tersebut diawasi tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang teknik sipil. Meski demikian, keterlibatan masyarakat dan media dalam melakukan pengawasan juga dinilai penting guna mewujudkan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berkualitas.
"Kami terbuka terhadap pengawasan dari masyarakat, media, maupun seluruh pemangku kepentingan. Semakin banyak yang ikut mengawasi, semakin besar peluang menghasilkan bangunan yang aman, nyaman, berkualitas, dan sesuai ketentuan pemerintah," katanya.
Program revitalisasi SMPN 39 Padang mencakup rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, ruang tata usaha, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet siswa, penggantian kusen pintu dan jendela, perbaikan lantai, pembaruan plafon, penggantian atap, hingga pengecatan bangunan.
Pekerjaan yang telah berlangsung sekitar satu bulan itu ditargetkan rampung pada September 2026. Pihak sekolah berharap seluruh tahapan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas sehingga menghasilkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
** Afridon.



0 Komentar