Halius Hosen Tegaskan Komitmen Bangun ASANTARA, Media Harus Profesional dan Berintegritas

ASANTARA harus menjadi organisasi media yang profesional, solid, dan mampu melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas. Dialog ini menjadi sarana memperkuat wawasan, integritas, dan sinergi seluruh anggota," tegas Marlis.

PADANG Editor – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Media Online Nusantara (ASANTARA) menggelar Dialog Khusus bertema "Dinamika Penegakan Hukum dan Tantangan Media di Tengah Persoalan Bangsa" sebagai langkah memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya insan pers di era digital.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Padang ini dibuka langsung oleh Ketua Umum DPN ASANTARA, H. Marlis, MM., C.Med. Dalam sambutannya, Marlis menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab besar sebagai pilar demokrasi yang mengawal kepentingan publik melalui pemberitaan yang profesional, akurat, dan berimbang.

"ASANTARA harus menjadi organisasi media yang profesional, solid, dan mampu melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas. Dialog ini menjadi sarana memperkuat wawasan, integritas, dan sinergi seluruh anggota," tegas Marlis.

Dialog menghadirkan Ketua Dewan Pembina DPN ASANTARA, H. Halius Hosen, SH., MH., mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat sekaligus mantan Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia.

Dalam paparannya, Halius Hosen mengulas berbagai tantangan penegakan hukum di Indonesia serta menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat.

Ia mengingatkan bahwa organisasi media tidak akan berkembang hanya mengandalkan semangat sesaat. Dibutuhkan komitmen, konsistensi, integritas, dan rasa memiliki dari seluruh pengurus maupun anggota.

"Berorganisasi membutuhkan komitmen yang kuat. Apalagi ini organisasi media massa yang memiliki peran besar dalam mencerdaskan masyarakat. Organisasi hanya akan maju apabila seluruh pengurus dan anggota memiliki semangat yang sama untuk menghidupkan dan membesarkannya," tegas Halius Hosen.

Menurutnya, organisasi yang kuat akan melahirkan media yang profesional, independen, serta mampu menjaga integritas di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan penyebaran informasi yang tidak akurat.

Dialog berlangsung dinamis dan interaktif. Seusai pemaparan materi, sesi diskusi dan tanya jawab digelar dengan antusias. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Zulfadli, ST, Koordinator Bidang Organisasi dan Keanggotaan Zulhelmi Boy, SH., serta Bendahara Umum Mislinda Hayati, S.Ag., S.Pt., MM.

Pembahasan mencakup berbagai isu strategis, mulai dari dinamika penegakan hukum, independensi pers, etika jurnalistik, penguatan kelembagaan organisasi media, hingga strategi membangun ASANTARA sebagai organisasi yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPN ASANTARA Darmen Rajo Alam, jajaran pengurus harian, para koordinator bidang, serta seluruh anggota DPN ASANTARA.

Melalui forum ini, DPN ASANTARA menegaskan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang solid, memperkuat profesionalisme insan pers, serta meningkatkan kontribusi media dalam mendukung penegakan hukum, menjaga independensi jurnalistik, dan memberikan informasi yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.


**Afridon

Posting Komentar

0 Komentar