Irman: Sumbar Butuh Sinergi Hadapi Ancaman Bencana

 

Irman saat bertemu jajaran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol di Padang, Kamis (23/7/2026).

PADANG  Editor  – Senator DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menegaskan kolaborasi antara penanganan bencana dan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) harus menjadi kekuatan utama dalam membangun ketahanan wilayah Sumatera Barat. Menurutnya, daerah yang rawan bencana membutuhkan kesiapsiagaan yang terencana sekaligus pembangunan infrastruktur yang mampu melindungi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Irman saat bertemu jajaran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol di Padang, Kamis (23/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kasdam XX/Tuanku Imam Bonjol Brigjen TNI Heri Prakosa P. Wibowo mengungkapkan bahwa berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2025, Sumatera Barat berada pada kategori risiko tinggi dengan nilai 176,82. Ancaman yang dihadapi meliputi gempa bumi, tsunami, banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga letusan gunung api.

Kasdam menjelaskan, Kodam XX/TIB bersama BPBD Sumbar telah membangun kerja sama dalam kesiapsiagaan dan penanganan bencana sebagai langkah memperkuat perlindungan masyarakat.

Irman memberikan apresiasi atas sinergi tersebut. Menurut mantan Ketua DPD RI dua periode itu, keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari kecepatan bertindak setelah bencana terjadi, tetapi juga kesiapan sebelum bencana datang.

"Kesiapan harus dimulai dari pemetaan risiko, jalur evakuasi, sistem komunikasi darurat, ketersediaan peralatan hingga distribusi logistik. Inilah fondasi ketahanan daerah," tegas Irman.

Ia menambahkan, koordinasi antara Kodam, Pemerintah Provinsi, BPBD, pemerintah kabupaten dan kota, Basarnas, Polri, hingga masyarakat harus terus diperkuat melalui latihan dan evaluasi berkala agar setiap unsur memahami tugasnya saat keadaan darurat.

Selain membahas penanganan bencana, Irman juga menyoroti pelaksanaan TMMD 2026 yang difokuskan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.

Di Padang Pariaman, TMMD Ke-128 telah menghasilkan pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang dua kilometer, pembangunan jembatan, gorong-gorong, rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta penyediaan sarana air bersih di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging.

Sementara itu, TMMD Ke-129 di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan penyuluhan.

Irman menilai, keberhasilan TMMD tidak cukup hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

"TMMD harus mampu membuka keterisolasian nagari, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat akses bantuan saat bencana, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Menurut Irman, penanganan bencana dan TMMD memiliki tujuan yang sama, yakni mengurangi kerentanan daerah sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.

"Ketahanan wilayah tidak hanya dibangun melalui kekuatan pertahanan negara, tetapi juga melalui nagari yang terhubung, masyarakat yang tangguh menghadapi bencana, ketahanan pangan yang kuat, serta pelayanan dasar yang tetap berjalan dalam situasi darurat," tutup Irman Gusman.

** Afridon 

Posting Komentar

0 Komentar