Bronjong Batang Air Dingin Disorot, Warga Pertanyakan Metode Kerja

 


Padang Editor — Pelaksanaan proyek penanganan tanggap darurat pascabencana hidrometeorologi di Sungai Batang Air Dingin, Lubuk Lukum, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, kembali menjadi sorotan. Warga mempertanyakan metode pekerjaan di lapangan setelah melihat sejumlah kawat bronjong mengalami pergeseran dan bagian bawahnya tergerus arus sungai.

Berdasarkan pantauan tim media pada Selasa (14/7/2026), sebuah ekskavator terlihat mengeruk material dari dasar sungai dan menumpukkannya membentuk tanggul. Cara kerja tersebut memunculkan pertanyaan dari warga yang menilai material hasil pengerukan seharusnya dapat langsung dimanfaatkan untuk memperkuat pondasi bronjong yang mulai tergerus.

"Kalau tujuannya melindungi bronjong agar tidak ambrol ke sungai, kenapa materialnya dikumpulkan dulu? Menurut kami lebih baik langsung didorong ke sisi bronjong supaya bagian bawah yang sudah tergerus bisa segera diperkuat," ujar Bahtiar, warga setempat.

Menurut warga, penanganan yang cepat sangat dibutuhkan mengingat Sungai Batang Air Dingin rawan mengalami peningkatan debit saat hujan deras. Mereka khawatir kerusakan akan semakin meluas apabila penguatan tidak segera dilakukan.

Di sisi lain, PT Nindya Karya telah menyampaikan hak jawab dan klarifikasi resmi kepada redaksi terkait pemberitaan mengenai kondisi konstruksi bronjong di kawasan tersebut.

Dalam surat yang ditandatangani Project Manager PT Nindya Karya, Mashudi Agung Wibowo, dijelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan merupakan penanganan tanggap darurat pascabencana  hidrometeorologi yang dimulai pada akhir November 2025.

Perusahaan menegaskan konstruksi bronjong yang dibangun bersifat sementara sebagai langkah darurat untuk menahan gerusan awal serta melindungi permukiman warga dan fasilitas umum dari ancaman kerusakan yang lebih besar. Karena itu, konstruksi tersebut bukan merupakan bangunan permanen.

PT Nindya Karya juga menjelaskan bahwa pergeseran maupun penurunan batu pada bronjong dipengaruhi faktor alam. Tingginya curah hujan di daerah hulu serta derasnya arus Sungai Batang Air Dingin mengakibatkan terjadinya penggerusan alami (scouring) pada dasar sungai.

Selain itu, perusahaan memastikan seluruh material yang digunakan telah melalui pengujian dan memenuhi spesifikasi teknis sesuai ketentuan dengan pengawasan dari konsultan pengawas serta instansi terkait.

Sebagai tindak lanjut, tim teknis PT Nindya Karya saat ini masih melakukan survei dan evaluasi terhadap titik-titik yang mengalami perubahan kondisi sungai. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan balai dan instansi teknis guna menentukan langkah penanganan lanjutan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta keberlanjutan fungsi infrastruktur pengendali sungai.

PT Nindya Karya menegaskan tetap berkomitmen melaksanakan penanganan tanggap darurat secara optimal sebagai bagian dari upaya meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi di kawasan Sungai Batang Air Dingin.

Dengan adanya masukan dari masyarakat dan penjelasan resmi dari pihak pelaksana, diharapkan evaluasi teknis dapat segera menghasilkan langkah penanganan yang cepat, tepat, dan efektif sehingga fungsi bronjong sebagai pelindung tebing sungai dapat kembali berjalan optimal demi keselamatan warga.


**Afridon

Posting Komentar

0 Komentar