![]() |
| Jurnalis Beritaeditorial.com, Afridon, yang datang dari Kota Pariaman didampingi Simanjuntak, |
PADANG .Editor – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Herman dan Dr. Rosi Herman, ST., SH., MT., MH. setelah putra kedua mereka, Gading Herman, meninggal dunia pada Senin (22/6/2026) setelah menjalani perawatan akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepekan sebelumnya.
Kabar kepergian Gading sontak mengundang rasa kehilangan dari keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenal sosoknya. Sejak pagi hingga siang hari, pelayat terus berdatangan ke rumah duka di Kompleks Perumahan Puri Lestari, Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
![]() |
| Simanjuntak mertua kadis Pemda Beni Sinaga dengan Jurnalis Beritaeditorial.com Afridon |
Suasana haru begitu terasa. Ucapan "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un" berkali-kali terdengar dari para pelayat yang hadir. Sebagian menundukkan kepala, sementara lainnya larut dalam doa dan bacaan Surah Al-Fatihah yang dipersembahkan untuk almarhum.
Informasi yang dihimpun, Gading Herman mengalami kecelakaan saat pulang dari Kabupaten Pasaman usai mengikuti kegiatan balap. Kecelakaan terjadi di kawasan By Pass Anak Air, Kota Padang, pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu Gading bersama sejumlah rekannya berada di atas mobil bak terbuka. Dalam peristiwa nahas tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Gading mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin (22/6/2026).
Jurnalis Beritaeditorial.com, Afridon, yang datang dari Kota Pariaman didampingi Simanjuntak, mertua Kepala Dispenda Mentawai Beni Sinaga, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Simanjuntak terlihat setia membantu melayani tamu yang datang dari berbagai kalangan.
"Sejak pagi banyak tamu yang datang. Kami ikut merasakan duka yang mendalam atas kepergian almarhum," ujar Simanjuntak.
Karangan bunga ucapan duka cita dari berbagai kalangan berjajar di sepanjang akses menuju rumah duka. Kehadiran para pelayat dari unsur pemerintahan, swasta, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, insan pers hingga warga sekitar menjadi bukti besarnya rasa empati terhadap keluarga yang sedang berduka.
Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Kota Padang, Mukhtisar, SH, menyampaikan duka cita mendalam.
"Kami keluarga besar KJI Kota Padang turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum Gading Herman mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujarnya.
Tokoh masyarakat Sumatera Barat, Syafrizal Koto, menilai banyaknya pelayat yang hadir menunjukkan kuatnya hubungan sosial yang dibangun keluarga.
"Hari ini kita melihat begitu banyak orang datang dari berbagai latar belakang. Ini menunjukkan keluarga memiliki hubungan baik dengan banyak pihak. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran kepada keluarga besar yang ditinggalkan," katanya.
Ucapan belasungkawa juga datang dari berbagai kalangan, termasuk insan media, aparatur sipil negara, dan organisasi kemasyarakatan. Mereka bersama-sama mengirimkan doa terbaik bagi almarhum.
Sepanjang berlangsungnya takziah, lantunan doa dan bacaan Al-Fatihah terus dipanjatkan. Para pelayat tampak saling menguatkan dan memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah menghadapi cobaan berat.
Kepergian Gading Herman yang begitu cepat meninggalkan luka mendalam bagi keluarga besar. Namun, di tengah suasana duka, hadirnya ribuan doa dan dukungan dari berbagai kalangan menjadi bukti bahwa rasa persaudaraan dan kepedulian masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa-dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, keteguhan hati, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini.
** Afridon



0 Komentar