![]() |
Pariaman, Editor – Suara aktivitas pembangunan mulai terdengar di lingkungan SMP IT Al-Furqan, Desa Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Utara kota Pariaman Sumatera Barat Jumat 12 Juni 2026
Sekolah yang selama ini menjadi salah satu pilihan pendidikan masyarakat setempat kini tengah bersiap menyambut wajah baru melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dengan nilai bantuan mencapai Rp1,131 miliar.
![]() |
| 2026 dengan nilai bantuan mencapai Rp1,131 miliar. |
Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Di balik proyek yang berlangsung selama 150 hari kerja itu, tersimpan harapan besar untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Program revitalisasi yang digulirkan Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, mencakup sejumlah pekerjaan strategis. Mulai dari pembangunan laboratorium komputer baru, rehabilitasi ruang administrasi, perbaikan toilet sekolah, pembangunan drainase, hingga pembangunan pagar keliling sekolah.
Bagi SMP IT Al-Furqan, pembangunan laboratorium komputer menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan literasi digital siswa sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap pembelajaran berbasis teknologi.
Di tengah pelaksanaan proyek, Kepala SMP IT Al-Furqan, Miftahul Khairiyah, menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan baru, tetapi juga dari kualitas pekerjaan yang dihasilkan.
Menurutnya, setiap tahapan pembangunan harus mengedepankan standar mutu yang baik, mulai dari pemilihan material hingga proses pengerjaan di lapangan.
"Kami berharap pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan mutu. Material yang digunakan harus sesuai spesifikasi dan kualitas pekerjaan harus dijaga dengan baik," ujarnya.
Komitmen terhadap kualitas tersebut berjalan seiring dengan perhatian terhadap keselamatan kerja.
Miftahul menegaskan bahwa seluruh pekerja yang terlibat dalam proyek wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan mematuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Baginya, pembangunan yang baik bukan hanya menghasilkan bangunan yang kokoh, tetapi juga memastikan seluruh pekerja dapat menjalankan tugas dengan aman hingga proyek selesai.
"Keselamatan kerja tidak boleh diabaikan. Seluruh pekerja wajib menggunakan perlengkapan K3 sesuai ketentuan demi keamanan dan keselamatan selama proses pembangunan," tegasnya.
Pelaksanaan revitalisasi dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP IT Al-Furqan. Dengan target penyelesaian pada 1 Agustus 2026, pengawasan yang ketat menjadi faktor penting agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan.
Bagi masyarakat sekitar, proyek ini bukan sekadar pembangunan gedung sekolah. Revitalisasi dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda Kota Pariaman. Fasilitas yang lebih baik diyakini akan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, meningkatkan semangat siswa, dan mendukung kinerja guru dalam menjalankan proses pembelajaran.
Dengan dukungan dana lebih dari Rp1,13 miliar, SMP IT Al-Furqan kini sedang menapaki babak baru. Dari ruang kelas hingga laboratorium komputer yang akan dibangun, setiap pekerjaan yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
** Afridon




0 Komentar