Revitalisasi SDN 21 Pariaman Dipacu, Mutu dan Ketepatan Waktu Jadi Prioritas

 

Pariaman Editor – SDN 21 Jalan Kereta Api Kota Pariaman terus berbenah menuju sekolah inklusi yang modern, aman, dan nyaman. Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dari pemerintah pusat, sekolah ini kini tengah menjalani pembangunan dan pembaruan sarana prasarana secara menyeluruh.

Ketua Pelaksana P2SP SDN 21 Jalan Kereta Api, Drs. Mukti Suhendri, MM, mengatakan revitalisasi yang dimulai sejak 1 Mei 2026 itu bukan hanya sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menyiapkan lingkungan pendidikan yang representatif dan ramah bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

"Program ini menjadi langkah penting bagi SDN 21 untuk bertransformasi menjadi sekolah inklusi yang berkualitas. Kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan," ujar Mukti kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Revitalisasi tersebut meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, tiga ruang administrasi, satu ruang UKS, perbaikan atap, plafon, lantai, rehabilitasi WC, pemasangan paving blok, hingga penataan halaman sekolah.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah penyesuaian teknis dilakukan melalui mekanisme Contract Change Order (CCO) sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satunya pada pekerjaan plafon dan lantai yang disesuaikan dengan kondisi lapangan serta ketersediaan material.

Menurut Mukti, perubahan tersebut justru menjadi upaya optimalisasi anggaran tanpa mengurangi kualitas dan keamanan bangunan.

"Penyesuaian dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Anggaran yang ada dapat dimanfaatkan lebih maksimal sehingga beberapa pekerjaan tambahan, termasuk penggantian atap secara menyeluruh dan penambahan fasilitas lainnya, dapat direalisasikan," jelasnya.

Sebagai sekolah yang dipersiapkan menjadi sekolah inklusi, SDN 21 juga membangun aksesibilitas khusus berupa jalur paving blok bagi peserta didik penyandang disabilitas. Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan kemudahan akses dan kenyamanan bagi seluruh warga sekolah.

Mukti menegaskan, kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama selama proses revitalisasi berlangsung. Pihaknya tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga memastikan bangunan memiliki daya tahan dan manfaat jangka panjang.

"Prinsip kami bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan, tetapi menghadirkan bangunan yang berkualitas, aman, nyaman, dan memiliki daya tahan yang baik. Setiap keputusan di lapangan mempertimbangkan efektivitas penggunaan anggaran negara agar manfaatnya semakin luas," tegasnya.

Ia memastikan seluruh pekerjaan terus dipacu agar selesai tepat waktu sehingga seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru 2026.

Sementara itu, Kepala SDN 21 Pariaman, Buyung, S.Pd, berharap revitalisasi berjalan lancar hingga tuntas sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

"Kami terus berkoordinasi dengan konsultan perencana, pengawas, dan seluruh unsur pelaksana. Harapan kami pekerjaan berjalan sesuai juknis sehingga kualitas pembangunan tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga sekolah," katanya.

Buyung juga mengapresiasi peran masyarakat dan insan pers yang turut mengawasi jalannya pembangunan. Menurutnya, kritik dan masukan yang konstruktif menjadi bagian penting untuk menjaga transparansi dan mutu pekerjaan.

Revitalisasi SDN 21 Jalan Kereta Api Kota Pariaman diharapkan menjadi model pengembangan sekolah inklusi di daerah. Kolaborasi pemerintah, sekolah, masyarakat, dan media diyakini mampu menghadirkan pembangunan pendidikan yang berkualitas, transparan, serta berorientasi pada masa depan generasi bangsa.


** Afridon



Posting Komentar

0 Komentar