![]() |
| Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026). |
Padang.Editor — Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menegaskan komitmennya untuk mengutamakan pemulihan korban sekaligus menjalankan investigasi secara profesional dan transparan terkait insiden peluru nyasar yang terjadi di lingkungan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP).
Hal itu disampaikan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026). Dalam suasana yang terbuka dan komunikatif, ia menjelaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung sehingga belum ada informasi baru yang dapat disampaikan kepada publik.
"Peristiwa ini masih dalam proses investigasi, sehingga belum ada informasi terbaru yang bisa kami sampaikan saat ini. Yang menjadi fokus utama kami adalah pemulihan kesehatan korban yang terkena peluru nyasar," ujar Kolonel Kav Taufiq.
Menurutnya, sejak insiden terjadi, jajaran Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol langsung bergerak melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk memastikan korban mendapatkan perawatan medis secara optimal. Pendampingan terhadap korban juga terus dilakukan guna mempercepat proses pemulihan.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi korban saat ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan setelah mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.
"Alhamdulillah, penanganan medis berjalan cepat dan baik. Saat ini kondisi korban terus menunjukkan perkembangan yang positif," katanya.
Di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap kasus tersebut, Kapendam menegaskan bahwa Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol tetap mengedepankan prinsip keterbukaan informasi. Menurutnya, transparansi merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.
Ia memastikan investigasi dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan profesional guna mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Karena itu, masyarakat diminta bersabar menunggu hasil penyelidikan yang sedang berjalan.
"Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terbuka kepada publik. Setiap perkembangan yang berkaitan dengan hasil investigasi nantinya akan kami sampaikan secara terbuka," tegasnya.
Kapendam juga menyoroti pentingnya peran media massa dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Ia menilai sinergi antara institusi dan insan pers menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas informasi publik di tengah berkembangnya berbagai spekulasi.
"Media bagi kami adalah mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami menghargai kerja-kerja jurnalistik yang membantu publik mendapatkan informasi yang benar dan berimbang," ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan keseriusan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol dalam menangani kasus yang menjadi perhatian publik ini. Selain memastikan proses investigasi berjalan sesuai prosedur, institusi juga menempatkan aspek kemanusiaan sebagai prioritas utama melalui pendampingan dan pemulihan korban.
Sambil menunggu hasil penyelidikan resmi, Kodam memastikan seluruh perkembangan akan disampaikan secara transparan melalui saluran resmi, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
**Afridon


0 Komentar