Tiara (21), seorang perempuan asal Solok, masih harus berjuang mencari nafkah demi menyambut kelahiran anak pertamanya.

Padang Pariaman.Editor — Di saat banyak ibu hamil memilih beristirahat menjelang persalinan, Tiara (21), seorang perempuan asal Solok, masih harus berjuang mencari nafkah demi menyambut kelahiran anak pertamanya.

Pada Jumat malam, 5 Juni 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, Tiara terlihat tetap bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah kafe.Mak Tini  di kawasan Sungai Abang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Sumatera  Barat  Dengan kondisi kehamilan yang telah memasuki usia delapan bulan, ia tetap melayani tamu dengan penuh kesabaran dan keteguhan.

Tiara yang kini tinggal di rumah kos di Padang Pariaman mengaku keadaan ekonomi keluarga membuatnya belum bisa berhenti bekerja. Meski suaminya memiliki pekerjaan, penghasilan yang diperoleh masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari serta persiapan menyambut kelahiran buah hati mereka.

"Ini anak pertama saya. Saya masih harus bekerja untuk membantu kebutuhan keluarga dan menyiapkan segala sesuatu untuk bayi kami," ujar Tiara dengan mata berkaca-kaca.

Di balik senyum yang ditunjukkannya kepada para tamu, tersimpan perjuangan seorang calon ibu yang tengah menghadapi berbagai tantangan hidup. Kondisi kehamilan yang semakin besar tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berusaha demi masa depan keluarga.

Kisah Tiara menjadi potret nyata perjuangan masyarakat kecil yang tetap bekerja keras di tengah keterbatasan ekonomi. Ia berharap mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar dapat menjalani masa kehamilan dan persalinan dengan lebih tenang.

Perjuangan Tiara bukan sekadar tentang mencari nafkah, melainkan tentang kasih sayang seorang ibu yang rela berkorban demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak yang sedang dikandungnya. Di tengah keterbatasan, ia terus bertahan, berharap masa depan yang lebih cerah akan segera datang bagi keluarganya


** tim