Warga Pertanyakan Mutu Proyek Rp950 Juta di Depan Terminal Sicincin

 

Proyek drainase yang berada di depan Terminal Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, menuai sorotan warga


Padang Pariaman.Editor – Proyek drainase yang berada di depan Terminal Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, menuai sorotan warga. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan yang tengah berlangsung.

Plang Proyek Jumat 29.Mai.2026

Hasil pantauan beritaeditorial.com pada Jumat (29/5/2026) pukul 09.15 WIB menunjukkan kondisi pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Pemasangan batu pada saluran drainase terlihat dilakukan saat kondisi dasar saluran masih tergenang air dan tidak dikeringkan terlebih dahulu.

Warga menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi daya rekat pasangan batu dan kualitas bangunan. Selain itu, pasangan batu tampak tipis di sejumlah titik sehingga dikhawatirkan mudah runtuh apabila terkena tekanan air dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, material pasir yang digunakan juga diduga bercampur lumpur. Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena dapat berpengaruh terhadap kekuatan konstruksi drainase.

Yeni (57), warga setempat, mengaku heran dengan progres pekerjaan yang dinilai lamban. Menurutnya, sudah sekitar tiga hari tidak terlihat aktivitas pekerja di lokasi proyek.

"Sudah tiga hari tidak ada pekerjaan. Warga jadi bertanya-tanya kapan proyek ini selesai," kata Yeni.

Pantauan di lapangan juga menemukan material proyek berserakan di sekitar area pekerjaan. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Terminal Sicincin.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Primer dan Sekunder pada daerah irigasi lintas kabupaten/kota. Paket pekerjaan yang dilaksanakan adalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Sicaung Kabupaten Padang Pariaman dengan nilai kontrak sebesar Rp950.574.000.

Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV. Trigatra Aritama Konstruksi Persada dengan konsultan pengawas CV. Arkaan Nusantara Consultant. Kontrak ditandatangani pada 30 April 2026 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.

Warga berharap Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat bersama konsultan pengawas turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kualitas pekerjaan. Mereka meminta seluruh tahapan pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi teknis agar hasilnya tidak cepat rusak dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait temuan warga mengenai kualitas pekerjaan dan lambannya progres proyek tersebut.


**Afridon

Posting Komentar

0 Komentar