![]() |
| Suasana hangat penuh canda bersama Sejumlah wartawan dan Komunitas Jurnalis Independen (KJI) Padang, Rabu (6/5/2026) |
PADANG, Editor— Hari pertama kembali memimpin Dinas Perhubungan Kota Padang, Yudi Indra Syani langsung memberi sinyal kuat: ia tidak datang untuk adaptasi, tapi untuk bekerja cepat. Suasana hangat penuh canda bersama sejumlah wartawan dan Komunitas Jurnalis Independen (KJI) Padang, Rabu (6/5/2026), menjadi pembuka langkah tegasnya dalam membenahi transportasi kota.
“Ini namanya balik ke tempat tugas lama,” ujar Yudi sambil tersenyum. Namun di balik candanya, tersirat pesan keras: Dishub Padang harus bergerak lebih rapi, modern, dan disiplin.
Digitalisasi Parkir: Kebutuhan Mendesak, Bukan Lagi Wacana
Sektor pertama yang akan dibenahi Yudi adalah perparkiran—area yang selama ini dikenal sebagai sumber kebocoran retribusi dan carut-marut pengelolaan.
“Kita ingin mengubah paradigma pengelolaan parkir. Tidak hanya tertib, tapi juga modern dan terukur,” tegasnya.
Yudi menyiapkan sistem parkir digital di seluruh kantong parkir Kota Padang. Dengan sistem ini, seluruh pergerakan kendaraan dapat dipantau real time, pembayaran non-tunai diterapkan, dan kebocoran retribusi ditekan habis.
Bagi pemerintah kota, ini adalah cara cepat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bagi masyarakat, layanan parkir akan menjadi lebih praktis, transparan, dan aman.
Penegakan Aturan: “Tidak Ada Toleransi untuk Pelanggaran”
Meski membawa teknologi baru, Yudi menegaskan satu hal: aturan tetap menjadi panglima.
“Yang penting kita konsisten bekerja, terutama dalam menegakkan aturan. Kebijakan harus dikawal, dan penindakan di lapangan harus berjalan seiring,” ujarnya lugas.
Dishub Padang akan memperkuat pengawasan, termasuk penertiban Over Dimension Over Loading (ODOL), yang selama ini menjadi biang kerusakan jalan dan kemacetan.
Bagi Yudi, aturan bukan sekadar teks di atas kertas—harus hidup dan dirasakan langsung di jalanan.
Melanjutkan yang Baik, Memperkuat yang Kurang
Yudi juga memastikan, program-program efektif peninggalan Kepala Dishub sebelumnya, Ances Kurniawan, tidak akan dipangkas.
“Kita tidak mulai dari nol. Program yang sudah baik akan kita lanjutkan dan perkuat,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Dishub Padang diharapkan mampu bergerak cepat tanpa kehilangan arah pembangunan yang sudah ditata sebelumnya.
Kolaborasi dan Kesadaran Publik Jadi Kunci
Sebagai institusi yang menjadi garda terdepan transportasi kota, Dishub memikul beban berat. Yudi membuka ruang kolaborasi dengan semua pihak—termasuk media, komunitas, dan masyarakat.
“Perubahan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Ini butuh kesadaran bersama,” ujarnya.
Di balik pertemuan santai itu, Dishub Padang menyimpan agenda besar: menjadikan Padang lebih tertib, nyaman, dan berdaya saing melalui sistem transportasi modern, transparan, dan humanis.
Hari pertama Yudi di “rumah lama” mungkin dibuka dengan tawa, namun arah kebijakannya jelas: Dishub Padang bersiap berlari lebih kencang, dengan konsistensi dan penegakan aturan sebagai fondasi utama.
**Afridon


0 Komentar