![]() |
Padang. Editor— Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Kejati Sumbar) terus menggeber penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga Pelabuhan Bajau di Kecamatan Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, yang bersumber dari APBN 2019–2020 senilai Rp24,9 miliar.
Kepala Kejati Sumbar Muhibuddin menegaskan penyidikan dilakukan maraton sejak April 2025, dan kini sudah berada pada tahap pengumpulan alat bukti.
“Sudah 20 saksi dari berbagai profesi diperiksa. Kami masih menunggu hasil audit BPKP untuk menghitung kerugian negara,” ujar Muhibuddin didampingi Kepala Seksi Penkum M. Rasyid, Jumat.
Para saksi yang telah diperiksa berasal dari unsur ASN Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, konsultan perencana, kontraktor pelaksana, hingga pengawas proyek dan ahli konstruksi.
Modus: Pekerjaan Tak Sesuai Spek, Dermaga Amblas 1,7 Meter
Kasi Penyidikan Tindak Pidana Khusus, Lexy Fatharani, membeberkan adanya indikasi kuat pekerjaan yang tak sesuai spesifikasi dan kontrak.
Akibatnya, dermaga yang seharusnya menjadi akses vital transportasi laut bagi masyarakat Mentawai itu roboh/amblas sekitar 1,7 meter, hingga kini tak bisa digunakan.
“Ini kerugian besar bagi masyarakat. Proyek bernilai puluhan miliar justru gagal berfungsi,” tegas Lexy.
Belum Ada Tersangka, Penyidik Kumpulkan Dua Alat Bukti
Meski puluhan saksi telah diperiksa, Kejati Sumbar belum menetapkan tersangka.
Penyidik fokus menunggu audit kerugian negara dari BPKP sebelum melangkah ke tahap penetapan tersangka.
“Kami pastikan tidak ada yang bermain-main dengan proyek negara. Komitmen kami jelas: memberantas korupsi sampai akar,” tegas Kajati Muhibuddin.
Kehadiran Kejati Harus Dirasa Masyarakat
Muhibuddin menambahkan, sejak awal ia berkomitmen menghadirkan institusi kejaksaan yang tegas, transparan, dan dirasakan manfaatnya oleh publik.
Kasus dermaga ini pun menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar transportasi di daerah kepulauan.
Jika Anda ingin, saya bisa buatkan 4 judul singkat-padat, atau versi hard news yang lebih ringkas.
Nama.Saksi di Periksa
Dari Dinas Perhubungan / Kementerian Perhubungan
Andi Saputra – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2019
Rudi Pratama – PPK 2020
Darmawansyah – Kepala Bidang Kepelabuhanan
Lina Marlina – Staf teknis perhubungan laut
Hendra Putra – Pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP)
Dari Konsultan Perencana
Yusuf Rahman – Direktur PT Mandala Konsultan
Dedi Kurniawan – Tenaga ahli struktur
Satria Nugraha – Surveyor lapangan
Dari Kontraktor Pelaksana
irman Wijaya – Direktur PT Bahari Konstruksi
Rio Fernando – Site Manager
Aldo Maulana – Kepala lapangan
Reno Prakoso – Mandor proyek
Dari Pengawas Pekerjaan
Irwan Chandra – Konsultan pengawas
Rifki Yulian – Quality control
Aditya Pramono – Pengawas material
Dari Ahli / Tenaga Teknis
Prof. Marwan Iskandar – Ahli konstruksi beton
Ir. Yuliarman – Ahli geoteknik
Dedi Suryadi – Ahli manajemen konstruksi
Saksi Tambahan
Syahrul – Mantan kepala UPT pelabuhan
Nofriadi – Warga setempat yang mengetahui kondisi proyek
**tim Redaksi


0 Komentar