![]() |
| Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kota Padang, Ashari Hidayat Bersama Jurnalis Beritaeditorial.com Afridon Selasa 17 Maret 2026 |
Padang, Editor — Kabid Promosi Dinas Pariwisata Kota Padang, Ashari Hidayat, memastikan bahwa pelayanan dan promosi pariwisata tetap berjalan maksimal di tahun 2026 dengan sistem kerja fleksibel, termasuk penerapan Work From Home (WFH) bagi pegawai yang mendapat jadwal piket.
“Kerja tidak harus selalu di kantor. Ada yang menjalankan tugas dari rumah sesuai jadwal,” ujar Ashari saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2026), kepada Beritaeditorial.com.
Respons Cepat untuk Wisatawan
Ashari mengingatkan seluruh pelaku wisata agar memberikan informasi yang benar dan respons cepat kepada wisatawan, terutama jika terjadi gangguan keamanan di lapangan.
“Kalau ada turis bertanya, misalnya kena palak, arahkan ke Polisi Pamong Praja. Jika masuk ranah pidana, arahkan ke Polisi,” tegasnya.
Retribusi Bukan Semua Ditangani Dispar
Ia menegaskan bahwa tidak semua retribusi destinasi berada di bawah Dinas Pariwisata.
“Retribusi Gunung Padang bukan kita yang terima. Untuk parkir, itu ranah Dinas Perhubungan,” jelasnya.
Saat ini sebagian besar destinasi wisata di Kota Padang dijaga oleh Satpol PP, sementara Dinas Pariwisata fokus pada penataan dan pengarahaan destinasi bagi wisatawan.
Wisata Pulau Turun, Kuliner Justru Meningkat
Ashari mencatat perubahan tren wisata 2026. Minat wisata ke pulau, termasuk rute Sungai Pisang, semakin menurun karena tidak lagi menjadi prioritas.
“Sekarang yang berkembang pesat justru wisata kuliner,” katanya.
Beberapa titik yang mengalami peningkatan kunjungan antara lain Masjid Al Hakim, Mal Basko, kawasan kuliner malam, dan sentra jajanan seperti pujasera.
Acara Seni Ditiadakan karena Efisiensi Anggaran
Keterbatasan anggaran membuat sejumlah acara seni dan hiburan malam terpaksa ditiadakan.
“Anggaran kita memang tidak ada. Jadi kegiatan seni malam ditiadakan. Semua harus efisien,” ungkapnya.
Meski begitu, Dispar tetap bergerak melalui penguatan UMKM, pengembangan wisata konten, serta pembinaan destinasi baru. UMKM kuliner kini didorong tampil dengan konsep kontainer dan food booth agar lebih menarik bagi pengunjung.
Fokus 2026: Digitalisasi & Keramahan Wisata
Ashari menyebut empat fokus utama promosi pariwisata Padang tahun 2026:
Penguatan promosi digital
Peningkatan citra Padang sebagai kota ramah wisatawan
Pembinaan UMKM pendukung pariwisata
Pengembangan destinasi baru yang relevan dengan pasar
“Kita tetap bergerak meski anggaran terbatas. Fokusnya jelas: menjadikan Kota Padang semakin siap sebagai destinasi wisata modern, kuat di kuliner, dan ramah turis,” tutupnya.
**Afridon


0 Komentar