![]() |
| Acara ini juga menghadirkan momen spesial, seperti perayaan ulang tahun seorang anak berusia 4 tahun yang bisa dirayakan bersama ayahnya yang menjadi WBP Saat Berbuka Puasa |
Pariaman, Editor – Suasana hangat dan penuh haru mewarnai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pariaman, Kamis (5/3/2026). Untuk pertama kalinya, warga binaan pemasyarakatan (WBP) bisa berbuka puasa bersama keluarga di dalam lapas, menciptakan momen kebersamaan yang jarang mereka rasakan selama masa hukuman.
![]() |
| KaLapas kelas II B Pariaman, Boy Irfan Arslan |
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Lapas Pariaman, Boy Irfan Arslan, yang menegaskan bahwa buka puasa bersama merupakan langkah humanis dalam pembinaan.
![]() |
Salah seorang WBP Septiawan (26), asal Lubuk Alung, Padang Pariaman |
“Program ini momentum mempererat silaturahmi antara WBP dan keluarga. Kehadiran keluarga saat berbuka memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi mereka,” jelas Boy Irfan Arslan.
![]() |
| Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Lapas Pariaman, Boy Irfan Arslan, bersama Jurnalis |
Salah seorang WBP, Bima Septiawan (26), asal Lubuk Alung, Padang Pariaman, yang menjalani kasus narkoba, mengaku terharu bisa merasakan kehangatan keluarga setelah hampir dua tahun menjalani hukuman.
![]() |
| kalapas kelas IIB Pariaman, Boy Irfan Arslan, Serah Bantuan Sembako keluarga Warga Binaan |
“Rasanya senang sekali, bisa berbuka bersama keluarga. Hampir dua tahun saya berpuasa di sini, baru kali ini bisa berbuka dengan mereka,” kata Bima dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya WBP, jajaran petugas lapas dan aparatur sipir menambah suasana hangat kekeluargaan. Kepala Pengamanan Lapas, Yosua Solsosolon, didampingi staf Haris, menegaskan bahwa kegiatan ini tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban.
“Kami ingin WBP tetap merasakan suasana Ramadan bersama keluarga, namun tetap dalam pengawasan yang ketat,” ujar Yosua.
Manfaat Buka Bersama bagi Semua Pihak
Bagi WBP :
Memperkuat ikatan emosional dengan keluarga dan mengurangi tekanan psikologis.
Meningkatkan motivasi menjalani pembinaan.
Memberikan pengalaman spiritual yang positif selama Ramadan.
Bagi Keluarga:
Memberi dukungan moral langsung kepada anggota keluarga di lapas.
Menguatkan komunikasi meski terpisah oleh masa hukuman.
Bagi Petugas Lapas:
Menjalin hubungan humanis dengan WBP.
Mendukung pembinaan berbasis empati sambil menjaga disiplin.
Bagi Media :
Mengabadikan momen kemanusiaan dan sosial yang inspiratif bagi publik.
Acara ini juga menghadirkan momen spesial, seperti perayaan ulang tahun seorang anak berusia 4 tahun yang bisa dirayakan bersama ayahnya yang menjadi WBP. Para jurnalis dari Heri Martoni (Media Rakyat Sumbar), Yaldi (Info Sumbar), Rere (Sumbarkita), Rafki (SCTV), Rozi (Posmetro), dan Afridon (Beritaeditorial.com) hadir untuk mengabadikan momen penuh haru ini.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pariaman menunjukkan bahwa pembinaan bukan hanya soal hukum, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan spiritual. Harapannya, kegiatan serupa dapat menjadi rutinitas, memperkuat ikatan keluarga, menumbuhkan optimisme, dan memotivasi WBP menjadi pribadi lebih baik setelah bebas.
** Afridon






0 Komentar