![]() |
| Anggota DPR RI Fraksi NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya peredaran narkoba di Sumatera Barat |
Tanah Datar .Editor– Anggota DPR RI Fraksi NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya peredaran narkoba di Sumatera Barat. Bahkan, mayoritas penghuni rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di daerah ini tersangkut kasus narkotika.
Hal itu disampaikan Shadiq saat masa reses dan menerima aspirasi masyarakat di Rumah Aspirasi miliknya di Tanah Datar, Kamis (5/3/2026).
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumatera Barat menempati peringkat ke-6 dari 34 provinsi dalam peredaran narkoba di Indonesia. Sekitar 65 ribu warga atau 1,1 persen populasi tercatat terpapar narkotika.
“Ini kondisi yang sangat memprihatinkan. Jika melihat data rutan dan lapas di Sumbar, mayoritas penghuninya adalah kasus narkoba. Ini ancaman serius bagi masa depan generasi muda,” ujar Shadiq.
Ia menjelaskan, tiga jenis narkotika yang paling banyak beredar di Sumbar yakni sabu, ganja, dan ekstasi. Dari jumlah pengguna, sekitar 30 persen merupakan pengguna sabu, dengan perkiraan peredaran mencapai 15 kilogram per bulan.
Shadiq menegaskan, perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau BNN saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Ini harus menjadi gerakan bersama. Jika tidak, kita berisiko kehilangan generasi masa depan,” tegasnya.
Ia pun mendorong penguatan program pencegahan, rehabilitasi, dan edukasi bahaya narkoba sejak dini di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat demi menjaga masa depan generasi Ranah Minang.
**


0 Komentar