![]() |
| PPK KNMP Satker Sekretariat Ditjen Perikanan Tangkap KKP RI, Bayu Eko Wibowo, Senin 26 Januari 2026 |
Padang, Editor. — Proyek strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman kembali molor. Target penyelesaian pada akhir Desember 2025 gagal terpenuhi. Kontraktor pelaksana, PT Indopenta Bumi Permai, dinilai belum mampu menuntaskan pekerjaan sehingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memberikan tambahan waktu.
PPK KNMP Satker Sekretariat Ditjen Perikanan Tangkap KKP RI, Bayu Eko Wibowo, menyebutkan perpanjangan pertama diberikan selama 31 hari hingga 31 Januari 2026.
“Progres baru sekitar 95 persen. Masih ada finishing dan item minor yang harus diselesaikan,” kata Bayu saat ditemui di Kantor PPS Bungus, Senin 26 Januari 2026
Bayu menegaskan, penambahan waktu berkonsekuensi pada denda keterlambatan. Untuk satu bulan saja, nilai dendanya hampir Rp400 juta yang wajib disetorkan kembali ke negara.
Opname Ulang, Diburu Tenggat Sebelum Ramadhan
PPK akan melakukan opname atau penghitungan ulang progres pada akhir Januari. Proses ini diperkirakan berlangsung 10–15 hari di Februari.
“Kami targetkan sebelum 18 Februari, sebelum Ramadhan, seluruh pekerjaan selesai dan bisa PHO serta diserahterimakan ke KKP. Ini PR besar kami,” tegasnya.
Tim Inspektorat Jenderal KKP juga dijadwalkan turun ke lokasi pada 27–30 Januari untuk mengecek langsung progres lapangan. Hasilnya akan menentukan apakah kontraktor mendapat penambahan waktu kedua.
Dua Sif Kerja, Tenaga Tambahan Dikerahkan
Untuk mengejar ketertinggalan, kontraktor didorong menambah pekerja dan menerapkan sistem dua sif, bekerja dari pagi hingga malam hari.
“Kami tidak ingin perpanjangan lebih dari 50 hari. Sistem dua sif mulai menunjukkan hasil yang cukup baik,” ujar Bayu.
Laporan mingguan mencatat progres berada di kisaran 85 persen dan terus naik setiap hari.
Paving Block dan Pembersihan Jadi Fokus
Penambahan waktu kedua diperkirakan tidak lebih dari 14 hari. PPK juga menggandeng Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejati untuk mengawal proyek.
Pekerjaan utama saat ini adalah pemasangan paving block, salah satu item yang memakan waktu karena harus disusun satu per satu.
“Area parkir sepanjang 13 meter sudah terpasang. Sisanya tidak terlalu banyak. Kami juga fokus membersihkan area dari material sisa dan bekisting,” jelas Bayu.
Hasil tinjauan bersama Kepala PPS Bungus, Widodo, pada Sabtu 24 Januari 2026 menunjukkan progres positif. Area proyek mulai terlihat bersih dan tertata.
Proyek Prioritas Presiden
Bayu menyebutkan, percepatan berjalan lebih baik karena rekanan cepat menindaklanjuti setiap instruksi.
“Setiap minggu kami evaluasi. Kalau ada deviasi, langsung kita cari solusi bersama. Pengawas juga memberikan justifikasi teknis agar kebijakan tepat sasaran,” katanya.
Proyek KNMP merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program ini ditargetkan dapat meningkatkan kualitas permukiman nelayan dan mendorong ekonomi pesisir.
**Afridon


0 Komentar