![]() |
Padang, Editor— Kawasan Anjungan Kapal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat di Batang Arau kembali menuai sorotan. Pasalnya, hingga Sabtu (24/1/2026), masih ditemukan empat boat dan dua jetski yang bukan merupakan aset BPBD Sumbar terparkir bebas di lokasi tersebut.
Operator Anjungan Kapal, Ilham, mengungkapkan bahwa Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar telah turun langsung ke lapangan dan mengeluarkan instruksi tegas agar seluruh boat dan jetski non-BPBD segera ditertibkan.
“Kalaksa sudah datang langsung. Beliau meminta semua boat dan jetski yang bukan milik BPBD Sumbar segera dipindahkan,” ujar Ilham saat ditemui di Batang Arau.
Penegasan tersebut, lanjut Ilham, tidak hanya disampaikan saat sidak, tetapi juga diumumkan secara resmi dalam apel pagi di Kantor BPBD Sumbar di Jalan Sudirman. “Kalaksa minta area anjungan dikosongkan secepatnya. Tapi soal kapan tepatnya dipindahkan, saya belum tahu karena kapal yang sandar memang sering berganti,” jelasnya.
Sementara itu, aset resmi BPBD Sumbar yang berada di anjungan tercatat hanya satu unit boat, satu jetski, tiga mesin tempel, dan sejumlah peralatan penanggulangan kebakaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Fajar Sukma, membenarkan kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah memberi pemberitahuan kepada para pemilik agar segera memindahkan unit mereka. “Instruksi Kalaksa jelas: anjungan harus steril dari aset non-BPBD. Kami sudah menyampaikan hal itu kepada pemiliknya,” tegas Fajar.
Di sisi lain, Heru pegawai P3K BPBD Sumbar yang disebut mengetahui keberadaan boat dan jetski liar tersebut—terkesan menghindar dari upaya konfirmasi. Pada Jumat (23/1/2026), ia berjanji memberikan keterangan keesokan harinya. Namun hingga Sabtu (24/1/2026), Heru tidak merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp dari media.
Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya meminta klarifikasi. Bahkan Ilham selaku operator anjungan juga mencoba menghubungi Heru, tetapi belum mendapat jawaban.
**


0 Komentar