PWI Jateng Desak PWI Pusat Selesaikan Konflik Internal

keputusan DK yang meminta Ketua Umum PWI Pusat untuk merombak beberapa pengurus


Semarang, Editor - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan penyelesaian masalah yang sedang dihadapi oleh PWI Pusat untuk menjaga marwah organisasi profesi kewartawanan tertua ini.


Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah, Amir Machmud NS, didampingi Wakil Sekretaris Aris Syaefudin, mengungkapkan beberapa hal terkait kemelut yang melibatkan hubungan Pengurus Harian PWI Pusat dan Dewan Kehormatan (DK), khususnya mengenai dugaan kasus cash back dan fee dana bantuan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dari Kementerian BUMN yang diduga diterima oleh beberapa pengurus.


"Dari informasi yang kami peroleh, dana tersebut telah dikembalikan oleh sejumlah penerima ke kas PWI. Namun, keputusan DK yang meminta Ketua Umum PWI Pusat untuk merombak beberapa pengurus belum dilaksanakan, tegas Amir, Rabu 29 Mei 2024.


Pernyataan Sikap PWI Jawa Tengah


Pertama, sejak kasus ini mencuat dan ditangani oleh DK PWI Pusat serta dipublikasikan secara luas, pengurus PWI provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah sering mendapat pertanyaan dari mitra kerja, baik pemerintah maupun swasta. Dikhawatirkan, kasus ini dapat menurunkan kepercayaan kepada PWI dalam menyelenggarakan kegiatan bersama.


Kedua, PWI Jawa Tengah khawatir mekanisme organisasi yang telah diatur melalui PDPRT dan Kode Perilaku PWI akan kehilangan makna jika para senior di DK, Dewan Penasihat, dan Pengurus tidak menjalankannya dengan komitmen menegakkan konstitusi organisasi. Hal ini akan mencerminkan sikap anggota terhadap konstitusi organisasi.


Pertanyaan dari anggota, calon anggota, dan mitra kerja dapat dihadapi dan dijawab oleh pengurus provinsi/kabupaten/kota jika mereka mematuhi PDPRT dan Kode Perilaku secara konsisten dan tepat.


Ketiga, pemulihan marwah organisasi akan bergantung pada komitmen Pengurus PWI Pusat dan DK PWI Pusat untuk menyelamatkan organisasi profesi ini, sehingga tetap bermartabat dan bermanfaat bagi semua anggota.


Keempat, PWI Jawa Tengah mendesak agar para senior PWI di Pusat fokus pada penyelesaian masalah organisasi dengan mendengarkan suara-suara dari daerah/provinsi. Jangan hanya mendengarkan suara daerah saat kongres atau ketika membutuhkan dukungan, tetapi benar-benar menghargai daerah sebagai pemilik organisasi.


Kelima, meminta para senior PWI di Pusat untuk melepaskan ego dan kepentingan pribadi, serta benar-benar bersikap demi menyelamatkan martabat organisasi.


Organisasi


Pernyataan sikap ini, menurut Ketua PWI Jateng, bertujuan untuk mendorong penyelesaian yang cepat, baik, efektif, dan menyelamatkan organisasi.


"Setelah kongres di Bandung pada September tahun lalu, kami berharap adanya perbaikan dalam penataan organisasi. Namun hingga saat ini, selain perbaikan program, juga terlihat adanya pameran ego sektoral yang tidak semestinya dipertontonkan," katanya.


Amir Machmud berharap, pernyataan sikap dari Jawa Tengah ini didengar dan dipahami oleh para senior di PWI Pusat sebagai masukan untuk kemaslahatan organisasi PWI. "Mari duduk bersama, satukan sikap antara DK dan Pengurus, serta Dewan Penasihat sebagai teladan yang akan menjadi tempat bercermin bagi provinsi-provinsi," ungkapnya



**  Afridon




Posting Komentar

0 Komentar