RS Mata Sumbar Berbenah, Anggaran Rp41 Miliar Disiapkan pada 2027

 

Direktur Rumah Sakit Mata Sumatera Barat, Ns. Beniara Asmus, S.Kep., M.Kes.,

PADANG, Editor— Rumah Sakit Mata Sumatera Barat terus berbenah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan mendorong pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan dengan membangun gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Jalan Gajah Mada Nomor 28, Kelurahan Gunung Pangilun, Kota Padang.

Pembangunan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan mata yang lebih memadai.

Direktur Rumah Sakit Mata Sumatera Barat, Ns. Beniara Asmus, S.Kep., M.Kes., saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (19/10/2026), menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan, kesiapan fasilitas, dan ketersediaan anggaran.

“Pembangunan ini merupakan tahap pertama. Selanjutnya, pengembangan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya sesuai perencanaan yang telah disusun,” jelas Beniara.

Anggaran Rp41 Miliar Disiapkan pada 2027

Pengembangan rumah sakit tidak berhenti pada pembangunan gedung IGD. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp41 miliar untuk tahun anggaran 2027 melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar.

Pada tahap kedua, pekerjaan direncanakan mencakup pembangunan ruang rawat jalan, ruang operasi, ruang rawat inap, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Menurut Beniara, pelaksanaan pembangunan akan mengacu pada master plan dan Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun oleh tim konsultan.

Ia mengakui, pemenuhan seluruh kebutuhan rumah sakit membutuhkan perencanaan matang dan pembiayaan yang besar. Fasilitas seperti ruang perawatan intensif dan instalasi penunjang medis memerlukan persyaratan teknis khusus.

Karena itu, pengembangan berpotensi dilakukan dalam tiga tahap agar seluruh fasilitas dapat dibangun sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Progres Proyek Diklaim 20 Persen

Dalam pelaksanaan tahap pertama, CV Jasita Jaya bertindak sebagai kontraktor pelaksana. PT Delta Arsitektur Persada bertugas sebagai konsultan pengawas, sedangkan perencanaan ditangani PT Fasade Kobetama Internasional KSO PT Putra Aulia.

Dinas BMCKTR Sumbar juga menugaskan Harry Richardo sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk mendampingi dan mengendalikan aspek teknis pembangunan.

Koordinasi awal melalui Pre-Construction Meeting (PCM) telah dilaksanakan bersama PPK, konsultan, dan pihak rumah sakit. Evaluasi pekerjaan dilakukan untuk mengidentifikasi tahapan yang perlu dipercepat, mengingat proyek ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Syahrul, selaku pelaksana lapangan, menyampaikan bahwa progres pembangunan telah mencapai sekitar 20 persen. Ia optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan metode pelaksanaan dan spesifikasi material.

Meski demikian, perkembangan tersebut perlu terus dipantau agar target penyelesaian tidak mengorbankan mutu konstruksi maupun ketentuan dalam dokumen kontrak.

Mutu Konstruksi Menjadi Perhatian

Rajis, selaku konsultan pengawas, menyatakan bahwa pekerjaan dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan teknis. Menanggapi masukan tim media mengenai selimut beton pada bagian kolom dan sloof, ia menjelaskan bahwa beton yang digunakan memiliki mutu fc 20 atau setara dengan K-250.

Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi teknis yang perlu dicocokkan dengan spesifikasi kontrak dan hasil pemeriksaan di lapangan.

Pengawasan yang konsisten sangat penting untuk memastikan pekerjaan memenuhi persyaratan teknis, baik dari sisi kualitas material, dimensi konstruksi, maupun pelaksanaan pekerjaan sesuai gambar perencanaan.

Publik juga berkepentingan memastikan bahwa anggaran pembangunan digunakan secara tepat, pekerjaan selesai sesuai jadwal, dan hasil konstruksi memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Masyarakat Menanti Hasil Nyata

Pengembangan Rumah Sakit Mata Sumatera Barat diharapkan tidak sekadar menghadirkan gedung baru, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ketersediaan ruang pelayanan, ruang operasi, ruang rawat inap, serta fasilitas penunjang yang memadai akan menjadi bagian penting dalam mendukung pemeriksaan dan perawatan pasien.

Karena itu, keberhasilan proyek harus diukur dari beberapa aspek sekaligus: ketepatan waktu, mutu konstruksi, kepatuhan terhadap spesifikasi teknis, transparansi penggunaan anggaran, serta kesiapan fasilitas ketika mulai dioperasikan.

Sinergi pemerintah daerah, PPK, kontraktor, konsultan, dan manajemen rumah sakit menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut.

Masyarakat kini menanti realisasi pembangunan yang berkualitas dan tepat sasaran. Dengan perencanaan yang matang serta pengawasan yang konsisten, pengembangan Rumah Sakit Mata Sumatera Barat diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan mata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Barat.


**.Afridon 

Posting Komentar

0 Komentar