Banjir Bandang Rusak SPAM Guo Kuranji dan Gunung Pangilun, Kerugian Tembus Rp300 Juta



 


PADANG,Editor - Banjir bandang yang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026), merusak sejumlah aset pekerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Guo Kuranji. Dampak bencana juga dirasakan pada pekerjaan SPAM Gunung Pangilun, terutama akibat hilangnya waktu kerja dan terganggunya aktivitas di lapangan.

Project Manager PT Hutama Karya (HK), Asih Abdurrahman, memperkirakan kerugian akibat kerusakan aset mencapai lebih dari Rp300 juta. Selain kerusakan fisik, terputusnya akses jalan menuju lokasi proyek menjadi kendala serius bagi mobilisasi pekerja, material, dan peralatan.


“Kalau dirupiahkan sekitar Rp300 juta lebih. Namun, yang tidak tergantikan itu waktu yang sudah berjalan,” kata Asih saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Selasa (13/10/2026).

Bak Pengumpul Jebol, Pipa PDAM Putus

Asih menjelaskan, dampak banjir paling besar terjadi di kawasan SPAM Guo Kuranji. Bak Pengumpul Eksisting dilaporkan jebol, sedangkan pipa transmisi dan distribusi milik PDAM putus.

Kondisi semakin sulit karena akses jalan menuju lokasi pekerjaan ikut terputus. Akibatnya, pelaksanaan konstruksi menghadapi hambatan, terutama untuk mengangkut material dan mengerahkan peralatan ke lokasi.

“Bak Pengumpul Eksisting jebol, terus pipa transmisi dan distribusi milik PDAM putus. Akses jalan ke proyek juga terputus,” ungkapnya.

Menurut Asih, kerusakan aset yang telah terpasang di lokasi SPAM Guo Kuranji diperkirakan mencapai 4–5 persen. Sementara itu, dampak di SPAM Gunung Pangilun tidak sebesar di Kuranji, dengan persoalan utama berupa waktu kerja yang hilang akibat kondisi lapangan pascabencana.

Kerusakan tersebut menjadi tantangan bagi pelaksanaan proyek yang ditujukan untuk mendukung ketersediaan air minum bagi masyarakat Kota Padang.

Progres Baru 49 Persen, Akses Harus Dipulihkan

Sebelum banjir menerjang, progres keseluruhan pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 49 persen. Bencana tersebut memaksa pelaksana proyek menyesuaikan kembali strategi pengerjaan di tengah cuaca yang tidak menentu.

PT Hutama Karya mengaku telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga pekerjaan tetap berjalan. Upaya itu meliputi penambahan peralatan, mendatangkan excavator, menyesuaikan tenaga kerja dengan kondisi lapangan, serta melaksanakan pekerjaan pengecoran.

Namun, pemulihan akses menjadi persoalan mendesak. Tanpa jalur yang memadai, mobilisasi peralatan dan material berpotensi terus terhambat.

“Kalau aksesnya sudah hancur seperti ini, kita perbaiki dulu. Kemudian tanggul penahan airnya kita perbesar,” jelas Asih.

Perbaikan akses dan penguatan tanggul diharapkan dapat mendukung kelanjutan pekerjaan sekaligus mengurangi risiko gangguan apabila hujan kembali turun.

Meski demikian, penanganan di area proyek perlu memperhitungkan kondisi aliran sungai, kestabilan tebing, serta material sedimen yang terbawa arus saat banjir.

Berharap Penanganan Hulu Sungai Dipercepat

Asih mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Padang akan melakukan penanganan di bagian hulu sungai, antara lain melalui pembangunan check dam atau sabo dam.

Bangunan pengendali tersebut diharapkan membantu mengendalikan aliran dan menahan sebagian material sedimen agar tidak seluruhnya terbawa ke hilir saat hujan berintensitas tinggi.

Selain itu, Asih berharap pendangkalan sungai segera ditangani agar risiko gangguan terhadap pekerjaan dapat dikurangi.

Menurutnya, pemulihan infrastruktur SPAM tidak cukup hanya dengan memperbaiki aset yang rusak. Penanganan kondisi sungai dan pengendalian risiko bencana juga diperlukan agar pekerjaan tidak kembali terganggu.

Koordinasi antara pelaksana proyek dan instansi teknis terkait menjadi penting, terutama untuk memastikan langkah penanganan dilakukan berdasarkan kondisi lapangan dan kajian teknis.

Pelayanan Air Minum Jangan Sampai Terkendala

Pekerjaan SPAM Guo Kuranji mencakup rehabilitasi intake, pemasangan pipa GIP berdiameter nominal 250 milimeter, rehabilitasi kawasan instalasi pengolahan air (IPA), pembangunan jembatan pipa sepanjang 25 meter, serta pembuatan mercu sementara untuk kebutuhan tanggap darurat.

Sementara itu, pekerjaan SPAM Gunung Pangilun meliputi pembangunan prasedimentasi, pemasangan pompa penyedot lumpur, perbaikan accelerator, pengadaan media filter, pengerukan sedimen di sungai atau intake Pangilun, serta pekerjaan groundsill.

Seluruh pekerjaan tersebut berkaitan dengan pemulihan fungsi pengambilan, pengolahan, dan penyaluran air. Karena itu, kerusakan aset dan keterlambatan pekerjaan perlu ditangani secara terukur agar tujuan pembangunan tetap tercapai.

Asih berharap pekerjaan dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

“Kami mohon doanya supaya pekerjaan kami cepat selesai, karena jika lama ini berdampak juga kepada pelayanan air minum untuk Kota Padang,” katanya.

Pascabanjir, tantangan PT Hutama Karya bukan hanya memperbaiki kerusakan yang terjadi, tetapi juga mengejar waktu yang hilang. Percepatan pekerjaan harus tetap mengutamakan mutu konstruksi, keselamatan pekerja, dan antisipasi terhadap kemungkinan bencana susulan.

Masyarakat kini menantikan pemulihan pekerjaan tersebut agar pembangunan SPAM Guo Kuranji dan Gunung Pangilun dapat berjalan kembali sesuai tahapan serta mendukung pelayanan air minum yang aman dan berkelanjutan di Kota Padang


** Afridon


Posting Komentar

0 Komentar