![]() |
| Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si. |
PADANG.Editor — Renovasi Gedung dan Bangunan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat terus dikebut. Pekerjaan yang dibiayai APBN senilai lebih dari Rp1 miliar tersebut tidak sekadar mempercantik kawasan perkantoran, tetapi juga diarahkan untuk mengatasi persoalan banjir dan genangan yang selama ini mengancam aktivitas serta aset negara.
Hujan dengan intensitas tinggi sebelumnya kerap membuat halaman kantor BKKBN Sumbar tergenang. Bahkan, dalam kondisi tertentu air disebut pernah masuk ke dalam gedung dan merendam sejumlah mebeler serta peralatan kantor
![]() |
| Hujan dengan intensitas tinggi sebelumnya kerap membuat halaman kantor BKKBN Sumbar tergenang. Bahkan, dalam kondisi tertentu air disebut pernah masuk ke dalam gedung |
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si., mengatakan persoalan banjir menjadi salah satu alasan penting dilakukan pembenahan kawasan kantor.
“Kalau sudah hujan kami khawatir, apalagi kalau turunnya lama. Halaman kantor kami sudah kebanjiran, bahkan air bisa mencapai 20 sampai 30 sentimeter. Ini tentu mengganggu akses keluar masuk kantor,” ujar Mardalena didampingi Sekretaris BKKBN Sumbar, Dedi Agustanto, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, genangan pada kondisi tertentu tidak hanya terjadi di halaman. Air pernah merembes hingga ke dalam ruangan sehingga sejumlah fasilitas kantor ikut terdampak.
“Sebelumnya banjir itu kadang sampai masuk ke dalam kantor. Tentu semua mebeler kantor ikut terendam, dan beberapa peralatan perkantoran juga ada yang mengalami kerusakan,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi lebih berisiko apabila banjir terjadi pada malam hari. Saat pegawai tidak berada di kantor, peralatan yang berada di lokasi rawan genangan tidak dapat segera dipindahkan.
“Kalau terjadinya siang hari, masih bisa kita kemasi barang-barang. Tapi kalau terjadinya malam, saat orang tidak ada di kantor, peralatan kantor jadi rusak,” ujarnya.
Gedung Utama Relatif Aman
Mardalena menjelaskan, gedung utama yang saat ini ditempati BKKBN Sumbar merupakan bangunan baru dengan elevasi lantai yang lebih tinggi sehingga relatif lebih aman dari genangan.
“Alhamdulillah gedung yang kami tempati sekarang sudah bangunan baru, lantai bangunan sudah tinggi, sehingga sudah aman dari banjir,” katanya
Karena itu, renovasi juga difokuskan pada penataan kawasan sekitar gedung, termasuk halaman dan akses keluar-masuk kantor.
Bagi BKKBN Sumbar, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut estetika. Penataan lingkungan kantor diharapkan dapat mengurangi risiko genangan sekaligus memberikan perlindungan terhadap fasilitas dan aset negara.
Kepala BKKBN Tekankan Mutu Pekerjaan
Mardalena meminta penyedia jasa dan konsultan pengawas melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama karena proyek tersebut menggunakan anggaran negara.
“Saya tidak mau nanti ada persoalan. Selain konsultan pengawas, pekerjaan kita diawasi juga oleh Inspektorat,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan hasil akhirnya benar-benar memberikan manfaat bagi operasional kantor.
PPK Tidak Sesuai Spek Harus Dibongkar
Sekretaris BKKBN Sumbar, Dedi Agustanto, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), menegaskan pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada kontrak dan spesifikasi teknis.
Ia mengatakan keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian, tetapi juga dari kualitas dan kesesuaian pekerjaan.
“Kalau ada yang tidak sesuai spek, kita minta bongkar,” tegas Dedi.
Menurutnya, sikap tersebut diperlukan untuk memastikan pekerjaan yang dibiayai APBN dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi mutu, volume maupun spesifikasi teknis.
Progres Pekerjaan Sekitar 60 Persen
Sementara itu, Pelaksana Lapangan CV Iqva Putri Riau, Suriyanto, mengatakan progres pekerjaan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 60 persen.
Meski waktu pelaksanaan sebagaimana tercantum dalam papan informasi proyek berakhir pada 8 Oktober 2026, pelaksana optimistis pekerjaan dapat dituntaskan
Percepatan pekerjaan dilakukan dengan tetap memperhatikan tahapan teknis dan kualitas hasil pekerjaan.
Nilai Kontrak Lebih dari Rp1 Miliar
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut bernama Renovasi Gedung dan Bangunan Kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Barat.
Pekerjaan menggunakan Nomor Kontrak 854/KU.01.04/J3/2026, tertanggal 11 Juni 2026, dengan nilai tercantum sebesar Rp1.000.000.961.
Sumber anggaran berasal dari APBN DIPA Satker Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat. Penyedia pekerjaan tercantum CV Iqva Putri Riau, sementara konsultan pengawas adalah CV Green Rise Consultant.
Lokasi pekerjaan berada di Jalan Khatib Sulaiman, Padang.
Renovasi tersebut kini ditunggu hasilnya. Ukuran keberhasilannya bukan hanya perubahan tampilan halaman dan bangunan, tetapi apakah pembenahan mampu mengurangi persoalan genangan, melindungi aset negara, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman.
Dengan anggaran yang bersumber dari APBN, kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan kontrak menjadi bagian penting yang perlu dikawal hingga proyek benar-benar selesai.
** Afridon



0 Komentar