![]() |
| Aktivitas pembakaran sampah di kawasan RT 04/RW 02, Kelurahan Seberang Palinggam, Kota Padang, |
PADANG, Editor — Aktivitas pembakaran sampah di kawasan RT 04/RW 02, Kelurahan Seberang Palinggam, Kota Padang, mulai meresahkan warga. Asap dari pembakaran disebut kerap memenuhi permukiman, terutama pada malam hari.
Yang menjadi sorotan, lokasi pembakaran berada di belakang atau samping Puskesmas Seberang Palinggam dan tidak jauh dari rumah warga.
Sejumlah warga mengaku aktivitas tersebut berlangsung berulang kali, bahkan disebut hampir setiap malam. Sampah yang dibakar diduga bukan hanya sampah rumah tangga dan plastik, tetapi juga material berbahan karet seperti ban bekas.
“Sudah beberapa kali ditegur warga, tetapi tetap saja dilakukan. Hampir setiap malam asapnya muncul,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga menilai kondisi tersebut bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, tetapi sudah menyangkut kenyamanan lingkungan dan kualitas udara yang dihirup masyarakat.
Keluhan semakin serius karena asap disebut masuk ke rumah-rumah warga. Seorang warga bahkan mengaku khawatir terhadap kondisi anaknya yang mengalami batuk setelah aktivitas pembakaran kerap terjadi di sekitar tempat tinggalnya.
“Kami khawatir anak-anak menghirup asapnya setiap malam. Anak saya sampai sekarang batuk-batuk. Kami bukan melarang orang membuang sampah, tetapi jangan dengan cara dibakar seperti itu karena asapnya masuk ke rumah,” keluhnya.
Warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dari pemerintah kelurahan, ketua RT/RW dan tokoh masyarakat. Mereka meminta adanya teguran serta langkah tegas agar pembakaran sampah secara terbuka tidak terus berulang.
“Ini lingkungan tempat tinggal bersama. Kalau satu orang membakar sampah lalu asapnya dirasakan banyak warga, tentu harus ada aturan dan teguran. Kami berharap lurah, RT dan RW segera memberikan peringatan tegas,” kata warga lainnya.
Menurut warga, pembakaran sampah secara terbuka di kawasan permukiman berpotensi mengganggu kualitas udara. Kekhawatiran juga meningkat karena masyarakat harus menghadapi persoalan kualitas udara akibat kabut asap di sejumlah wilayah Sumatera.
Warga meminta persoalan tersebut jangan dibiarkan berlarut-larut. Mereka berharap pemerintah setempat segera turun ke lapangan, memastikan sumber pembakaran, memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah, dan mengambil tindakan sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran.
Terlebih, lokasi pembakaran berada dekat fasilitas pelayanan kesehatan dan lingkungan yang dihuni masyarakat. Anak-anak serta warga lanjut usia dinilai menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Seberang Palinggam maupun pengurus RT/RW setempat belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
**Mebri


0 Komentar