Pedagang Kaki Lima Kecewa, Soroti Kebijakan Penertiban di Bawah Jembatan

 

Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mengaku kecewa dengan kebijakan penertiban pedagang yang berjualan di kawasan bawah jembatan siti Nurbaya

PADANG.Editor  — Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mengaku kecewa dengan kebijakan penertiban pedagang yang berjualan di kawasan bawah jembatan siti Nurbaya  di Kota Padang. Sumatera  Barat  Rabu 26 Agustus  2026 

Salah seorang pedagang, Meri, mengaku keberatan karena aktivitas berjualan yang menjadi sumber penghasilan mereka dibatasi.

“Kami kecewa. Cari makan saja sekarang seperti tidak boleh,” ujar Meri.

Meri juga menyampaikan kritik terhadap prioritas penataan Kota Padang. Ia menilai pemerintah perlu memberi perhatian serius terhadap berbagai persoalan sosial dan aktivitas usaha yang dinilai mengganggu ketertiban, termasuk dugaan praktik prostitusi yang disebut berlangsung melalui tempat hiburan, panti pijat, homestay, penginapan, maupun aplikasi MiChat.

Namun, tudingan tersebut perlu dibuktikan dan dikonfirmasi kepada pihak terkait agar tidak menjadi informasi yang menyesatkan.

Meri menegaskan, kekecewaan terhadap kebijakan tersebut memengaruhi sikap politiknya. Ia mengaku tidak akan memilih Fadly Amran apabila nantinya maju sebagai calon Gubernur Sumatera Barat pada Pilkada 2029

“Kalau maju jadi gubernur 2029, saya tidak akan memilih Fadly Amran,” tegasnya.

Keluhan para pedagang ini diharapkan mendapat perhatian pemerintah, terutama terkait penataan PKL yang tetap harus mempertimbangkan ketertiban kota sekaligus keberlangsungan mata pencaharian masyarakat kecil.


**tim.

Posting Komentar

0 Komentar