Penanganan Pascabencana Padang Pariaman Dikebut, Pemulihan Air Bersih Ditargetkan Rampung Desember 2026

 

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Mari Doeni Isa,

PADANG PARIAMAN, Editor - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terus mempercepat penanganan pascabencana, khususnya pemulihan infrastruktur air bersih yang terdampak bencana.

Padang Pariaman kini menjadi salah satu daerah yang dinilai bergerak cepat dalam proses pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Barat.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Mari Doeni Isa, mengatakan pemulihan jaringan air bersih PDAM menjadi salah satu prioritas utama agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.

Melalui skema rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres), pekerjaan pemulihan tersebut memiliki nilai sekitar Rp119 miliar.

Hingga Rabu (26/8/2026), progres fisik pekerjaan telah mencapai sekitar 36 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dan infrastruktur air bersih kembali berfungsi secara optimal pada pertengahan Desember 2026.

Percepatan ini dinilai penting mengingat infrastruktur air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pemulihan jaringan PDAM diharapkan tidak hanya mengembalikan pelayanan seperti sebelum bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan infrastruktur menghadapi potensi bencana berikutnya.

Dengan progres yang telah mencapai 36 persen, pemerintah bersama pihak terkait kini dituntut menjaga ritme pekerjaan agar target penyelesaian pada Desember 2026 dapat tercapai.

Langkah percepatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan pascabencana di Padang Pariaman tidak berhenti pada tahap tanggap darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan infrastruktur secara menyeluruh.

Jika target pertengahan Desember 2026 tercapai, masyarakat Padang Pariaman diharapkan dapat kembali menikmati layanan air bersih secara lebih aman, stabil, dan berkelanjuta


**Afridon 

Posting Komentar

0 Komentar