Pertemuan Tak Terduga, Upik Kawan Sepermainan Tahun 1986

 



Pertemuan Tak Terduga, Upik .( Fitri )Kawan Sepermainan Tahun 1986Nama saya Afridon, nama kecil Ondon, anak Pak Liman.

Ada cerita lama yang tiba-tiba kembali terkenang ketika saya makan di Rumah Makan Mama, Jalan Raya Andalas Nomor 71.

Di sana saya bertemu dengan seorang yang kemudian saya kenali sebagai Upik, adik dari keluarga Pak Liman. Upik saat ini diperkirakan berusia sekitar 49 tahun. Ia mengenakan jilbab hitam, baju batik, dan sandal putih.

Kami sudah sangat lama tidak bertemu. Terakhir kali kami masih sama-sama kecil, sekitar tahun 1986, ketika usia kami masih di bawah 10 tahun. Dulu kami sering bermain bersama di kawasan Kandang Ayam.

Kenangan masa kecil itu masih jelas dalam ingatan. Kami pernah bersama-sama mengambil rambutan di Kandang Ayam. Karena ketahuan mengambil rambutan, kami bahkan pernah dikurung sebagai hukuman. Setelah itu, kami diberi sanksi membersihkan halaman, kadang menggunakan sapu lidi, bersama kakak kandung saya bernama Asrial, yang sejak kecil dipanggil Ayak.

Kini, setelah puluhan tahun berlalu, kami kembali dipertemukan secara tidak sengaja di Rumah Makan Mama.

Yang menarik, ketika pertama bertemu, Upik ternyata tidak langsung mengenali wajah saya. Maklum, sejak tahun 1986 kami tidak pernah lagi bertemu. Waktu telah mengubah wajah dan usia kami.

Pertemuan singkat itu akhirnya membuka kembali kenangan masa kecil yang selama ini tersimpan dalam ingatan—tentang bermain bersama,bu mencari rambutan, hingga mendapat hukuman karena kenakalan masa kecil.

Puluhan tahun berlalu, wajah boleh berubah, tetapi kenangan masa kecil tetap melekat di hati.


**Afridon. 

Posting Komentar

0 Komentar