Galian Pipa PDAM di Maransi Disorot, Pekerja Diduga Tak Dilengkapi APD

 

Galian Pipa PDAM Disorot, Pekerja Diduga Abaikan Keselamatan Kerja

PADANG.Editor  — Pekerjaan galian pipa PDAM di kawasan Jalan Maransi, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (13/9/2026), mendapat sorotan masyarakat. Pasalnya, sejumlah pekerja di lokasi disebut bekerja tanpa perlengkapan alat pelindung diri (APD) yang memadai.

Pantauan Beritaeditorial.com di lapangan, pekerja terlihat melakukan penggalian menggunakan alat kerja tanpa mengenakan sepatu keselamatan atau sepatu boot. Pekerja juga disebut tidak menggunakan pakaian pelindung sebagaimana yang diharapkan untuk pekerjaan dengan risiko keselamatan cukup tinggi.

Tokoh masyarakat setempat, Hendri, menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pihak kontraktor maupun PDAM Kota Padang.

Menurut Hendri, pekerjaan galian memiliki risiko kecelakaan, terutama karena pekerja beraktivitas di sekitar lubang galian dan menggunakan peralatan yang Tajam di lokasi kerja.

“Seharusnya perusahaan kontraktor bersama pihak PDAM memperhatikan keselamatan pekerja. Sepatu keselamatan dan perlengkapan pelindung lainnya harus disediakan karena risikonya cukup tinggi,” ujar Hendri.

Ia meminta pihak kontraktor tidak mengabaikan aspek keselamatan kerja selama pelaksanaan proyek berlangsung.

Hal senada disampaikan Afrizal. Ia menyoroti pekerja yang melakukan penggalian menggunakan alat tajam namun tidak mengenakan sepatu keselamatan.

“Seharusnya perusahaan kontraktor menyediakan perlengkapan keselamatan bagi pekerja. Jangan sampai keselamatan pekerja baru diperhatikan setelah terjadi kecelakaan,” kata Afrizal.

Selain persoalan APD, Afrizal juga mempertanyakan kondisi galian pipa di lokasi. Menurutnya, kedalaman galian perlu diperhatikan agar pemasangan pipa sesuai standar teknis pekerjaan.

Ia menyebut kedalaman galian seharusnya sekitar 120 sentimeter dan material pendukung seperti pasir perlu diperhatikan sebelum pipa ditimbun.

“Pasir diperlukan sebagai pelindung agar pipa tidak langsung berbenturan dengan material keras ketika dilakukan penimbunan. Ini perlu diperhatikan agar pipa tidak rusak atau pecah,” ujarnya.

Tak Ada Plang Proyek

Sorotan lainnya adalah tidak terlihatnya plang proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, informasi mengenai pekerjaan publik penting diketahui masyarakat, termasuk pihak pelaksana, sumber anggaran, nilai pekerjaan, waktu pelaksanaan, serta informasi teknis lainnya.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian pihak terkait. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai pekerjaan yang menggunakan fasilitas atau anggaran publik.

Hingga berita ini ditulis, pihak kontraktor dan PDAM Kota Padang belum memberikan keterangan terkait penggunaan APD pekerja, kedalaman galian, penggunaan material pasir sebagai pelindung pipa, maupun keberadaan plang informasi proyek


** Afridon

Posting Komentar

0 Komentar