Jurnalis Palsanal Dirawat, Semangat Bangkit

 


Jurnalis Palsanal di dampingi Sahabat Afridon Beritaeditor.com Dirawat di RS Ibnu Sina Padang, Semangat Bangkit Tak Pernah Padam

PADANG, Editor — Kabar kurang baik datang dari dunia jurnalistik Sumatera Barat. Jurnalis senior Palsanal, pemegang Kartu Kompetensi Wartawan (UKW) Madya dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Padang.

Palsanal mulai dirawat sejak Kamis, 3 September 2026. Hingga Rabu, 9 September 2026, ia telah menjalani perawatan selama tujuh hari di Ruang Zam Zam 12.

Keluhan awal dirasakan pada bagian pundak yang pegal dan sakit. Setelah diperiksa di rumah sakit, Palsanal didiagnosis mengalami stroke ringan. Kondisi tersebut membuat bicaranya masih terasa berat.

Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangatnya untuk bangkit. Di tengah perawatan, Palsanal tetap berusaha melakukan olahraga ringan sebagai bagian dari ikhtiarnya untuk memulihkan kondisi.

Dukungan dari keluarga dan rekan-rekan sesama wartawan juga menjadi kekuatan tersendiri. Sejumlah rekan dari Ikatan Keluarga Wartawan disebut memberikan semangat dan perhatian selama dirinya menjalani perawatan.

“Senang rasanya kawan-kawan datang memberikan semangat. Ada juga David Pelor,” ujar Palsanal.

Di balik perjuangannya untuk sembuh, Palsanal menyimpan kerinduan besar kepada anaknya yang bersekolah di SMA Negeri 3 Padang.

“Mudah-mudahan bisa cepat sembuh dan bisa bertemu anak,” ucapnya dengan suara yang masih terdengar berat.

16 Tahun Persahabatan di Lapangan

Palsanal dikenal sebagai jurnalis yang gigih dan ulet. Perjalanan jurnalistiknya telah membawanya menjalankan tugas peliputan di berbagai wilayah, mulai dari Agam, Padang Pariaman hingga Kota Pariaman.

Dalam menjalankan tugas, ia dikenal dekat dengan masyarakat maupun berbagai kalangan pemerintahan.

Persahabatan Palsanal dengan Afridon, jurnalis Beritaeditorial.com, telah terjalin sejak 2010. Selama sekitar 16 tahun, keduanya kerap bersama di lapangan mencari informasi dan menjalankan tugas jurnalistik di Kota Pariaman serta sejumlah daerah lainnya.

Perjalanan profesional Palsanal semakin kuat setelah pada 2018 ia dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Madya.

Kini, untuk sementara waktu, aktivitas jurnalistiknya harus terhenti. Kamera, alat tulis, dan aktivitas turun ke lapangan digantikan dengan perjuangan menjalani perawatan.

Meski demikian, semangatnya belum padam.

Dalam kondisi masih terbaring di rumah sakit, Palsanal masih menyempatkan diri melakukan olahraga ringan.

“Salam buat kawan-kawan,” pesannya.

Bagi Afridon, Palsanal bukan hanya rekan seprofesi, tetapi juga sahabat seperjalanan yang selama bertahun-tahun bersama menjalankan tugas jurnalistik.

Keduanya telah melewati banyak cerita di lapangan—mencari informasi, mengejar berita, hingga menyampaikan berbagai persoalan masyarakat kepada publik.

Kini, doa dan dukungan rekan-rekan jurnalis mengiringi perjuangan Palsanal untuk kembali pulih.

Semangat, Palsanal. Terus berjuang dan jangan menyerah. Semoga segera diberikan kesembuhan, kembali sehat, kembali memegang kamera dan alat tulis, serta kembali turun ke lapangan bersama rekan-rekan jurnalis.

.

**Afridon 

Posting Komentar

0 Komentar