![]() |
| Dalam ceramah di Masjid Munawarah, Jalan Berok, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (10/9/2026), adalah mengikuti program dakwah selama empat bulan. |
PADANG.Editor - Jemaah Tabligh mengajak umat Islam memperkuat keimanan dengan meluangkan waktu untuk kegiatan dakwah. Salah satu ajakan yang disampaikan dalam ceramah di Masjid Munawarah, Jalan Berok, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (10/9/2026), adalah mengikuti program dakwah selama empat bulan.
Dalam ceramah tersebut disampaikan, perjalanan dakwah bukan sekadar berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Jamaah diajak menggunakan waktu untuk memperbanyak ibadah, memperkuat silaturahmi, belajar hidup sederhana, serta mengajak umat kembali memakmurkan masjid.
Salah satu tujuan perjalanan yang disebutkan adalah Banten. Para jamaah yang mengikuti program tersebut harus siap meninggalkan rutinitas sehari-hari, termasuk berpisah sementara dengan anak dan istri.
"Selama empat bulan dakwah, kita meninggalkan anak dan istri demi agama Allah," demikian pesan yang disampaikan dalam ceramah tersebut.
Perbanyak Ibadah dan Silaturahmi
Selama menjalankan dakwah, kegiatan jamaah umumnya diisi dengan salat berjamaah, taklim atau pengajian, membaca Al-Qur'an, zikir, musyawarah, silaturahmi serta mengajak masyarakat datang ke masjid.
Jamaah juga menjalankan kegiatan khuruj, yakni perjalanan dakwah ke daerah yang telah ditentukan. Dalam perjalanan tersebut, jamaah hidup sederhana dan mengutamakan kebersamaan.
Kegiatan lainnya adalah membantu keperluan jamaah serta menjaga kebersihan dan aktivitas masjid. Seluruh kegiatan diarahkan untuk memperkuat keimanan, kedisiplinan, kesabaran dan kepedulian terhadap sesama.
Apa Manfaat Dakwah Empat Bulan?
Program dakwah empat bulan dipandang sebagai kesempatan untuk memperbanyak waktu dalam kegiatan keagamaan. Jamaah dilatih mengorbankan waktu dan tenaga, sekaligus memperluas silaturahmi dengan umat Islam di berbagai daerah.
Manfaat yang ditekankan antara lain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, melatih kesabaran serta kemandirian, memperkuat persaudaraan sesama muslim, dan membangun kedisiplinan dalam menjalankan ibadah.
Di sisi lain, keputusan meninggalkan keluarga selama empat bulan perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Kebutuhan dan hak anak serta istri tetap harus diperhatikan, termasuk melalui kesepakatan dan persetujuan keluarga.
Dengan demikian, dakwah tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan, tetapi juga sebagai proses pembinaan diri, memperkuat ibadah, mempererat silaturahmi dan mengajak masyarakat kepada kebaikan.
**.Afridon


0 Komentar