Rutan kelas IIB Padang Tempa Warga Binaan Jadi Pribadi Produktif

 

warga binaan tetap memiliki aktivitas yang positif selama menjalani masa tahanan.


PADANG Editor  – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Padang terus memperkuat fungsi pembinaan dengan menghadirkan berbagai program keterampilan dan pemberdayaan bagi warga binaan. Tidak hanya menjalani masa pidana, para warga binaan juga dibekali keahlian kerja dan pertanian sebagai modal untuk membangun masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Beragam pelatihan produktif digelar di lingkungan rutan, mulai dari pembuatan kanopi, pengelasan, mebel, teralis rumah, hingga servis pendingin ruangan (AC). Sementara itu, lahan kosong di dalam rutan dimanfaatkan menjadi kebun produktif yang ditanami terong, melon, kacang panjang, dan berbagai jenis sayuran.

Kepala Rutan Kelas IIB Padang, Mai Yudiansyah, melalui Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, M. Aidil Syahputra, mengatakan program tersebut merupakan wujud komitmen Rutan Padang dalam menciptakan pembinaan yang lebih edukatif, produktif, dan bermanfaat bagi warga binaan.

Menurut Aidil, secara fungsi rumah tahanan berbeda dengan lembaga pemasyarakatan (lapas). Rutan lebih berperan sebagai tempat penahanan sehingga pelatihan keterampilan bukan program utama. Meski demikian, pihaknya tetap berinisiatif menghadirkan kegiatan yang mampu memberikan bekal nyata bagi warga binaan.

"Kami ingin warga binaan tetap memiliki aktivitas yang positif selama menjalani masa tahanan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk hidup mandiri dan memperoleh pekerjaan setelah bebas nanti," ujar Aidil saat ditemui di Rutan Kelas IIB Padang, Jumat (24/7/2026).

Selain membentuk keterampilan, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi. Hasil produksi warga binaan dikelola sesuai ketentuan, yakni 30 persen disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), 50 persen diberikan sebagai premi kepada warga binaan yang terlibat dalam produksi, sedangkan 20 persen dialokasikan sebagai dana pengembangan sarana produksi.

Saat ini Rutan Kelas IIB Padang dihuni sebanyak 1.032 tahanan dan narapidana. Namun, tidak seluruh warga binaan dapat mengikuti program pembinaan. Peserta dipilih berdasarkan ketentuan yang berlaku, di antaranya telah menjalani sedikitnya sepertiga masa pidana serta memenuhi persyaratan administratif dan pembinaan.

Menariknya, proses pelatihan memanfaatkan potensi yang dimiliki warga binaan sendiri. Mereka yang telah memiliki keahlian di bidang tertentu dipercaya menjadi mentor bagi rekan-rekan lainnya. Pola ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan budaya saling berbagi ilmu.

Program pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Kelas IIB Padang dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan disiplin, tetapi juga pembangunan karakter, peningkatan kompetensi, dan pemberdayaan warga binaan.

Dengan berbagai keterampilan yang diperoleh, Rutan Padang berharap para warga binaan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih mandiri, produktif, serta mampu berkontribusi positif bagi keluarga dan lingkungan setelah menyelesaikan masa pidananya.


** Afridon 

Posting Komentar

0 Komentar