![]() |
PADANG – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pembangunan karakter generasi muda melalui peluncuran Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA) berbasis 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfizh). Program ini menjadi salah satu pilar utama gerakan Padang Juara Smart Surau yang mulai diterapkan pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kota Padang, Zul Asfi Lubis, M.Ag., mengatakan kurikulum tersebut disusun sebagai standar pembelajaran Al-Qur'an bagi seluruh penyelenggara MDTW dan TQA di Kota Padang agar kualitas pendidikan keagamaan berjalan seragam dan berkesinambungan.
"Program ini tidak hanya mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami kandungan ayat serta membiasakan mereka menghafal Al-Qur'an secara bertahap sebagai bagian dari pembentukan karakter," ujar Zul Asfi kepada wartawan di Balai Kota Padang, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, MDTW dan TQA menjadi program wajib bagi seluruh peserta didik SMP dan MTs beragama Islam di Kota Padang. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan budaya Minangkabau.
Kurikulum 3T mengintegrasikan tiga aspek utama pembelajaran. Tahsin difokuskan pada penyempurnaan bacaan Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, Tafsir membekali peserta didik dengan pemahaman makna ayat berdasarkan kitab-kitab tafsir yang otoritatif, sedangkan Tahfizh diarahkan untuk memperkuat hafalan Al-Qur'an dengan tetap menjaga kefasihan bacaan.
Selama semester ganjil, proses belajar berlangsung selama 20 pekan efektif dengan tiga kali pertemuan setiap pekan. Tahsin dilaksanakan setiap Kamis, Tafsir pada Jumat, dan Tahfizh setiap Sabtu, masing-masing sekitar 60 menit setelah salat Magrib hingga menjelang Isya.
Materi pembelajaran disusun secara sistematis berdasarkan urutan surah dalam Juz Amma, dimulai dari Surah Al-Fatihah hingga Surah At-Tin. Peserta didik juga ditargetkan menyelesaikan hafalan wajib setiap pekan. Bagi yang mampu melampaui target akan diberikan hafalan tambahan dari Surah Al-Baqarah secara bertahap.
Untuk mendukung implementasi program, Pemko Padang melakukan pendataan masjid dan musala penyelenggara, mengembangkan MDTA menjadi MDTW dan TPQ menjadi TQA, serta mendorong masjid dan musala yang belum memiliki lembaga pendidikan Al-Qur'an agar membuka TQA dengan minimal 15 peserta didik.
Zul Asfi menegaskan seluruh guru wajib mengikuti struktur dan urutan materi yang telah ditetapkan dalam petunjuk teknis agar standar kompetensi peserta didik tetap sama di seluruh Kota Padang.
Menurutnya, pelaksanaan kurikulum pada tahun ajaran 2026/2027 merupakan tahap awal yang akan dievaluasi secara menyeluruh. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan kurikulum dalam tiga tahun mendatang agar semakin efektif menjawab kebutuhan pendidikan Al-Qur'an.
Ia menambahkan, keberhasilan program Smart Surau membutuhkan sinergi antara Pemerintah Kota Padang, Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pengelola serta guru MDTW/TQA, termasuk dukungan orang tua dan masyarakat.
"Kami ingin melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Inilah fondasi mencetak generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman," tegas Zul Asfi.
Melalui kurikulum berbasis 3T ini, Pemerintah Kota Padang berharap Program Padang Juara Smart Surau menjadi model penguatan pendidikan keagamaan yang mampu mencetak generasi muda berintegritas sekaligus memperkokoh identitas Kota Padang sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan budaya.
** Afridon


0 Komentar