Rakik Kacang Rp15 Ribu, Potret Perjuangan Warga Kecil Padang

 

Seorang perempuan lanjut usia yang diperkirakan hampir 70 tahun terlihat berjualan rakik kacang di depan Bank Nagari Balai Kota Padang, Sumatera Barat


PADANG.Editor  — Seorang perempuan lanjut usia yang diperkirakan hampir 70 tahun terlihat berjualan rakik kacang di depan Bank Nagari Balai Kota Padang, Sumatera Barat. Dengan dagangan sederhana, ia berusaha mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pantauan Beritaeditorial.com, perempuan tersebut hanya membawa rakik kacang untuk dijual kepada warga yang melintas. Satu bungkus rakik kacang dijual seharga Rp15 ribu.

Di tengah aktivitas masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) yang lalu-lalang di kawasan tersebut, perempuan itu tampak duduk menunggu pembeli.

“Amak ini selalu belilah, Nak. Rakik kacang hanya Rp15 ribu sebungkus,” ujar perempuan tersebut kepada Beritaeditorial.com.

Kalimat sederhana itu menggambarkan bagaimana masyarakat kecil masih berjuang mendapatkan penghasilan dari usaha informal di tengah pusat pemerintahan Kota Padang.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian terkait bagaimana pemerintah kota memastikan masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil mendapatkan ruang serta dukungan agar dapat mengembangkan usaha yang lebih layak dan berkelanjutan.

Keberadaan pedagang kecil di ruang publik bukan sekadar persoalan jual-beli. Di balik satu bungkus rakik kacang seharga Rp15 ribu, terdapat perjuangan seorang warga untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan kemampuan yang dimilikinya.

Wali Kota Diminta Perhatikan Usaha Rakyat Kecil

Kondisi tersebut menjadi pertanyaan bagi Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran

 sejauh mana program dan regulasi pemerintah kota menyentuh warga yang masih bertahan hidup melalui usaha kecil

Apakah pedagang seperti amak tersebut sudah mendapatkan akses terhadap program pemberdayaan ekonomi, pembinaan UMKM, bantuan permodalan, pelatihan, maupun fasilitas pemasaran yang disediakan pemerintah

Pemerintah Kota Padang juga diharapkan tidak hanya melihat pertumbuhan ekonomi dari angka dan pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan warga yang setiap hari berjuang mencari makan dari usaha sederhana.

Fenomena seorang perempuan lanjut usia yang berjualan satu bungkus demi satu bungkus di kawasan Balai Kota menjadi gambaran bahwa persoalan ekonomi masyarakat kecil masih membutuhkan perhatian serius


** Afridon

Posting Komentar

0 Komentar